PUTIH Dental Center

Gigi terasa goyang sering kali langsung memicu kepanikan. Banyak orang berpikir satu-satunya solusi adalah mencabut gigi sebelum kondisinya makin parah. Padahal, tidak semua gigi goyang harus dicabut. Dalam banyak kasus, gigi masih bisa dipertahankan dengan perawatan khusus bernama splinting gigi.

Splinting bertujuan menstabilkan gigi yang goyang agar tetap berfungsi, mengurangi rasa tidak nyaman, sekaligus memberi waktu bagi jaringan penyangga gigi untuk pulih. Agar tidak salah langkah, penting untuk memahami apa itu splinting gigi, kapan dibutuhkan, serta risiko jika gigi goyang dibiarkan begitu saja.

Apa Itu Splinting Gigi

Splinting gigi adalah prosedur kedokteran gigi untuk mengikat atau menyatukan gigi yang goyang dengan gigi di sekitarnya agar posisinya lebih stabil. Ikatan ini berfungsi seperti “penyangga”, sehingga beban kunyah tidak hanya bertumpu pada satu gigi yang bermasalah.

Menurut literatur kesehatan gigi, splinting bukan sekadar tindakan kosmetik, tetapi bagian dari terapi fungsional. Dengan stabilitas yang lebih baik, pasien bisa makan, berbicara, dan membersihkan gigi dengan lebih nyaman, sekaligus mencegah kerusakan lanjutan pada jaringan pendukung gigi seperti gusi dan tulang alveolar.

Splinting sering digunakan sebagai bagian dari perawatan periodontal, pasca trauma gigi, atau setelah perawatan tertentu yang membuat gigi sementara menjadi lebih sensitif dan tidak stabil.

Baca Juga: Gigi Goyang Tapi Nggak Copot-copot? Begini Caranya Atasi Dengan Aman!

Kondisi Gigi yang Membutuhkan Splinting

Tidak semua gigi goyang cocok untuk splinting. Dokter gigi akan menilai penyebab dan tingkat kegoyangan terlebih dahulu. Beberapa kondisi yang umumnya memerlukan splinting antara lain:

1. Gigi goyang akibat penyakit gusi (periodontitis)

Peradangan kronis pada gusi dapat merusak tulang penyangga gigi, sehingga gigi kehilangan stabilitasnya. Splinting membantu menahan gigi sambil perawatan periodontal dilakukan.

2. Trauma atau benturan pada gigi

Misalnya akibat kecelakaan atau olahraga. Dalam kasus ini, splinting berfungsi menahan gigi di posisi yang benar selama proses penyembuhan jaringan.

3. Gigi goyang setelah perawatan ortodonti 

Gigi goyang setelah perawatan tertentu dapat membuat jaringan pendukung gigi sementara melemah.

4. Gigi dengan mobilitas ringan hingga sedang

Gigi yang masih memiliki struktur tulang penyangga cukup baik. Jika kerusakan sudah sangat parah, pencabutan mungkin menjadi pilihan terakhir.

Jenis-Jenis Splinting Gigi

Splinting gigi memiliki jenisnya tersendiri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti berikut ini:

1. Splinting Gigi Sementara

Splinting sementara digunakan untuk kondisi yang bersifat sementara atau membutuhkan observasi lanjutan. Biasanya dipasang selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Jenis ini umum digunakan pada kasus trauma gigi atau setelah tindakan periodontal. Bahan yang digunakan bisa berupa kawat tipis, resin komposit, atau fiber yang dilekatkan ke beberapa gigi. Keunggulan splinting sementara adalah fleksibel dan dapat dilepas setelah kondisi gigi membaik.

2. Splinting Gigi Permanen

Splinting permanen ditujukan untuk kasus di mana kegoyangan gigi bersifat jangka panjang, misalnya akibat penyakit periodontal yang sudah stabil namun meninggalkan kehilangan tulang penyangga.

Pada splinting permanen, gigi diikat dengan bahan yang lebih kuat dan tahan lama. Tujuannya bukan hanya menahan gigi, tetapi juga mempertahankan fungsi kunyah dalam jangka panjang. Meski bersifat permanen, splint tetap perlu dipantau secara rutin agar tidak menimbulkan masalah kebersihan atau tekanan berlebih pada gigi lain.

Baca Juga: Apakah Gigi Goyang Bisa Kembali Normal? Ini Solusinya

Prosedur Splinting Gigi

Prosedur splinting gigi umumnya tidak memerlukan tindakan bedah dan relatif nyaman bagi pasien. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengevaluasi tingkat kegoyangan gigi, kondisi gusi, serta tulang penyangga. Dalam beberapa kasus, rontgen diperlukan untuk melihat kondisi jaringan di bawah gusi.

Sebelum splint dipasang, gigi dan area sekitarnya akan dibersihkan secara menyeluruh. Jika ada peradangan gusi atau karang gigi, perawatan seperti scaling biasanya dilakukan terlebih dahulu.

Selanjutnya, dokter akan memasang splint dengan mengikat gigi yang goyang ke gigi penyangga menggunakan bahan tertentu. Proses ini dilakukan dengan presisi agar tidak mengganggu gigitan dan tetap nyaman saat mengunyah.

Setelah pemasangan, dokter akan mengecek fungsi kunyah dan kebersihan. Pasien juga akan diberi instruksi perawatan di rumah, termasuk cara menyikat gigi dan membersihkan area sekitar splint.

Risiko Jika Gigi Goyang Dibiarkan

Mengabaikan gigi goyang tanpa perawatan yang tepat dapat menimbulkan berbagai masalah serius. Gigi yang terus bergerak dapat menyebabkan kerusakan jaringan penyangga semakin parah, sehingga peluang mempertahankan gigi makin kecil. Mobilitas yang meningkat juga dapat mengganggu fungsi kunyah dan menyebabkan nyeri.

Selain itu, gigi goyang bisa memicu perubahan posisi gigi lain, karena beban kunyah menjadi tidak seimbang. Hal ini dapat berdampak pada susunan gigi, sendi rahang, bahkan menyebabkan sakit kepala atau nyeri rahang.

Dari sisi kebersihan, area di sekitar gigi goyang sering lebih sulit dibersihkan, sehingga risiko infeksi, radang gusi, dan bau mulut meningkat. Jika kondisi terus dibiarkan, pencabutan gigi bisa menjadi satu-satunya pilihan.

Gigi goyang tidak selalu berarti harus dicabut. Dengan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai, splinting gigi bisa menjadi solusi efektif untuk mempertahankan gigi alami. Tindakan ini membantu menstabilkan gigi, mengurangi ketidaknyamanan, serta mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan pendukung.

Jika kamu merasakan gigi mulai goyang, sebaiknya segera konsultasi ke dokter gigi ke Klinik Gigi PUTIH Dental. Seluruh perawatan dilakukan dengan pendekatan painless treatment, menggunakan teknologi modern dan ditangani oleh tim profesional, sehingga hasilnya optimal dengan kenyamanan maksimal tanpa mengorbankan biaya karena tetap terjangkau/affordable. 

Klinik Gigi PUTIH Dental juga telah membuka cabang terbaru ke-3 di Cikajang, Jakarta Selatan, hadir dengan klinik yang lebih luas serta fasilitas dan layanan yang semakin lengkap. Kamu bisa langsung booking appointment di cabang Klinik Gigi PUTIH Dental terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menjaga gigi alamimu tetap sehat lebih lama.

References 

Healthline. Diakses pada 2025. Why Teeth Shift After Dental Procedures and Over Time

Verywell Health. Diakses pada 2025. Your Teeth May Hold Clues About Your Risk for This Age-Related Condition

Medical News Today. Diakses pada 2025. Why is my tooth loose, and how do I treat it?

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Diakses pada 2025. Mengatasi Gigi Goyang dengan Splinting Gigi: Manfaat dan Cara Kerjanya

Australian Dental Journal. Diakses pada 2025. Splinting of teeth following trauma: a review and a new splinting recommendation