Scaling gigi merupakan salah satu prosedur perawatan gigi profesional yang bertujuan membersihkan plak dan karang gigi yang menempel pada permukaan gigi, termasuk area di sekitar garis gusi. Perawatan ini membantu menjaga kebersihan mulut dan mendukung kesehatan gusi, terutama jika karang gigi sudah mengeras dan tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi.
Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya, scaling gigi berapa kali setahun sebaiknya dilakukan? Apakah setiap orang perlu menjalani scaling setiap enam bulan, atau justru ada yang perlu melakukannya lebih sering?
Secara umum, frekuensi scaling tidak harus sama untuk setiap orang. Sebagian orang mungkin hanya memerlukan pembersihan profesional secara berkala berdasarkan hasil pemeriksaan, sedangkan orang yang memiliki riwayat penyakit gusi dapat membutuhkan perawatan lebih sering.
Tinjauan penelitian oleh Matthews dan Al-Waeli (2025) menunjukkan bahwa frekuensi scaling sebaiknya disesuaikan dengan risiko kesehatan periodontal dan kondisi gusi. Pada pasien dengan periodontitis yang telah menjalani perawatan aktif, interval perawatan periodontal suportif sekitar tiga hingga 12 bulan dapat dipertimbangkan berdasarkan profil risiko masing-masing pasien.
Lantas, scaling gigi berapa kali setahun yang tepat untuk orang dewasa dan anak-anak? Simak pembahasan berikut untuk memahami frekuensi, manfaat, serta faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan jadwal scaling.
Scaling Gigi Berapa Kali Setahun yang Dianjurkan?
Tidak ada satu frekuensi scaling yang wajib diterapkan kepada semua orang. Jadwal perawatan sebaiknya ditentukan berdasarkan jumlah karang gigi, kondisi gusi, riwayat penyakit periodontal, dan risiko masalah kesehatan mulut.
Dalam praktiknya, pemeriksaan gigi setiap enam bulan sering digunakan sebagai jadwal awal untuk memantau kesehatan mulut. Namun, jadwal pemeriksaan gigi tidak selalu berarti scaling harus dilakukan setiap enam bulan. Dokter gigi perlu memeriksa apakah karang gigi memang sudah terbentuk dan apakah pembersihan profesional diperlukan.
Berikut gambaran frekuensi yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien.
1. Orang Dewasa dengan Gigi dan Gusi Sehat
Orang dewasa yang memiliki kebersihan mulut baik, tidak mengalami peradangan gusi, dan tidak memiliki riwayat penyakit periodontal mungkin tidak membutuhkan scaling sesering pasien yang berisiko tinggi.
Pada kelompok ini, jadwal pemeriksaan dapat disesuaikan dengan hasil evaluasi dokter gigi. Tinjauan Matthews dan Al-Waeli (2025) menemukan bahwa pada orang dewasa dengan kesehatan periodontal baik atau tanda periodontitis yang masih dini, manfaat klinis scaling dan polishing rutin belum selalu terlihat dalam periode tiga tahun, terlepas dari interval yang digunakan.
Temuan tersebut tidak berarti scaling sama sekali tidak bermanfaat. Penelitian yang sama melaporkan adanya bukti yang mengaitkan scaling berkala dengan risiko kehilangan gigi yang lebih rendah dalam jangka panjang, meskipun bukti mengenai manfaatnya tidak seragam.
Oleh karena itu, orang dengan gusi sehat sebaiknya menjalani pemeriksaan rutin dan melakukan scaling ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya karang gigi atau kebutuhan perawatan lainnya.
2. Orang yang Mudah Mengalami Penumpukan Karang Gigi
Sebagian orang memiliki kecenderungan membentuk karang gigi lebih cepat. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kebersihan gigi, posisi gigi, serta kemampuan menjangkau area tertentu ketika menyikat gigi.
Jika karang gigi mudah menumpuk, dokter gigi dapat merekomendasikan scaling lebih sering dibandingkan pada pasien yang memiliki risiko rendah.
Sebagai gambaran, evaluasi setiap enam bulan dapat digunakan sebagai titik awal untuk pasien yang membutuhkan pemantauan berkala. Namun, keputusan untuk melakukan scaling tetap perlu didasarkan pada kondisi gigi dan gusi saat pemeriksaan.
Meskipun demikian, tidak semua plak akan berubah menjadi karang gigi dalam jumlah yang sama pada setiap orang. Karena itu, frekuensi scaling sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan perkiraan atau kebiasaan orang lain.
3. Pasien dengan Gingivitis atau Periodontitis
Orang yang mengalami gingivitis atau periodontitis memerlukan perhatian lebih terhadap kesehatan gusi. Gingivitis merupakan peradangan gusi, sedangkan periodontitis adalah penyakit yang dapat merusak jaringan dan tulang penyangga gigi.
Pada pasien periodontitis yang telah menyelesaikan perawatan aktif, scaling dapat menjadi bagian dari perawatan periodontal suportif untuk membantu menjaga kesehatan jaringan penyangga gigi dan mengurangi risiko kekambuhan.
Menurut Matthews dan Al-Waeli (2025), interval perawatan periodontal suportif sekitar tiga hingga 12 bulan perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi periodontal pasien. Pasien berisiko tinggi dapat membutuhkan kunjungan setiap tiga bulan, sedangkan pasien berisiko lebih rendah mungkin dapat mempertahankan kondisi periodontal dengan interval enam hingga 12 bulan.
Perlu diketahui bahwa interval tersebut berlaku untuk perawatan periodontal suportif setelah perawatan aktif pada pasien dengan periodontitis. Jadwalnya tidak otomatis berlaku untuk semua orang yang hanya ingin membersihkan karang gigi.
4. Anak-anak dan Remaja
Anak-anak juga membutuhkan pemeriksaan serta pembersihan gigi profesional sesuai tahap pertumbuhan dan kondisi kesehatan mulutnya.
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) dalam panduan Periodicity of Examination, Preventive Dental Services, Anticipatory Guidance/Counseling, and Oral Treatment for Infants, Children, and Adolescents merekomendasikan pembersihan gigi setiap enam bulan atau sesuai kebutuhan individual untuk anak usia dua hingga enam tahun. Panduan tersebut juga menekankan bahwa jadwal pemeriksaan dan layanan pencegahan perlu disesuaikan dengan risiko penyakit serta kebutuhan setiap anak.
Dengan demikian, jadwal scaling pada anak bukan hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh jumlah plak dan karang gigi, kondisi gusi, risiko gigi berlubang, serta kemampuan menjaga kebersihan mulut.
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi anak untuk menentukan jadwal pemeriksaan dan pembersihan yang sesuai.
Tabel Frekuensi Scaling Gigi Berdasarkan Kondisi
Untuk memudahkan pemahaman, berikut rangkuman frekuensi pemeriksaan dan scaling yang dapat dipertimbangkan.
| Kondisi | Gambaran jadwal | Hal yang perlu diperhatikan |
| Orang dewasa dengan gusi sehat | Pemeriksaan berkala; scaling sesuai kebutuhan | Tidak semua kunjungan memerlukan scaling |
| Karang gigi mudah menumpuk | Scaling sesuai hasil pemeriksaan, terkadang lebih sering | Frekuensi bergantung pada kecepatan penumpukan dan kebersihan mulut |
| Pasien dengan gingivitis | Pemeriksaan dan pembersihan sesuai kondisi gusi | Peradangan dan penyebabnya perlu ditangani |
| Pasien dengan periodontitis setelah perawatan aktif | Perawatan suportif sekitar 3–12 bulan sesuai risiko | Pasien berisiko tinggi dapat membutuhkan interval sekitar 3 bulan |
| Anak usia 2–6 tahun | Pembersihan setiap 6 bulan atau sesuai kebutuhan | Mengacu pada panduan AAPD untuk kesehatan gigi anak |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum, bukan pengganti pemeriksaan dokter gigi. Terutama pada pasien dengan periodontitis, interval perawatan harus disesuaikan dengan kondisi jaringan periodontal dan respons terhadap perawatan sebelumnya.
Apa yang Menentukan Frekuensi Scaling Gigi?
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi seberapa sering seseorang membutuhkan scaling.
1. Jumlah Karang Gigi
Karang gigi merupakan plak yang telah mengeras akibat mineralisasi. Karena tidak dapat dibersihkan secara optimal hanya dengan sikat gigi, endapan ini memerlukan pembersihan profesional.
Pasien dengan penumpukan karang gigi yang lebih banyak mungkin memerlukan scaling lebih sering. Namun, jumlah karang gigi perlu diperiksa secara langsung oleh dokter gigi.
2. Kondisi Gusi
Gusi yang sehat umumnya tidak mudah berdarah ketika menyikat gigi. Sebaliknya, gusi yang meradang dapat tampak kemerahan, membengkak, atau berdarah saat dibersihkan.
Jika terdapat tanda peradangan, dokter gigi dapat mengevaluasi apakah penyebabnya berkaitan dengan plak dan karang gigi atau terdapat masalah periodontal lain yang perlu ditangani.
3. Riwayat Penyakit Periodontal
Pasien yang pernah mengalami periodontitis berisiko mengalami kekambuhan sehingga membutuhkan pemantauan lebih teratur.
Matthews dan Al-Waeli (2025) menekankan bahwa perawatan periodontal suportif perlu disesuaikan dengan faktor risiko individual dan hasil pemeriksaan klinis, termasuk kedalaman kantong gusi dan perdarahan saat pemeriksaan periodontal.
4. Kebiasaan Merokok dan Kondisi Kesehatan
Merokok dan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes yang tidak terkontrol, dapat meningkatkan risiko masalah periodontal atau memengaruhi hasil perawatannya.
Karena faktor risiko setiap orang berbeda, dokter gigi dapat menentukan interval scaling dan pemeriksaan yang lebih sesuai berdasarkan riwayat kesehatan serta kondisi gusi.
5. Kebiasaan Menjaga Kebersihan Gigi
Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan membersihkan sela gigi setiap hari merupakan langkah penting untuk mengendalikan plak.
Jika kebersihan mulut kurang terjaga, plak lebih mudah menumpuk dan berpotensi mengeras menjadi karang gigi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan pembersihan profesional.
Apa Manfaat Scaling Gigi Secara Berkala?
Scaling bukan hanya bertujuan membuat gigi terasa lebih bersih. Prosedur ini juga membantu mengendalikan penumpukan karang gigi yang dapat menyulitkan pemeliharaan kesehatan gigi dan gusi.
Berikut beberapa manfaat scaling ketika dilakukan sesuai kebutuhan.
1. Membantu Mengurangi Penumpukan Karang Gigi
Karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dihilangkan secara menyeluruh hanya dengan menyikat gigi. Scaling membantu mengangkat endapan tersebut dari permukaan gigi, termasuk area di sekitar garis gusi.
2. Mendukung Kesehatan Gusi
Pembersihan profesional dapat menjadi bagian dari penanganan gingivitis dan perawatan periodontal. Dengan mengendalikan plak serta karang gigi, faktor yang memicu peradangan dapat dikurangi.
Namun, pasien dengan periodontitis mungkin juga membutuhkan tindakan tambahan dan perawatan periodontal suportif setelah perawatan aktif selesai.
3. Membantu Mendeteksi Masalah Gigi Lebih Awal
Kunjungan ke dokter gigi memberikan kesempatan untuk memeriksa kondisi gigi dan gusi. Selain mengevaluasi karang gigi, dokter dapat mendeteksi gigi berlubang, masalah restorasi, atau tanda penyakit periodontal.
Perlu diingat bahwa manfaat deteksi dini berasal dari pemeriksaan gigi, sedangkan scaling dilakukan apabila diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.
4. Membantu Mempertahankan Gigi dalam Jangka Panjang
Pada pasien dengan periodontitis, perawatan periodontal suportif merupakan bagian penting untuk membantu mempertahankan jaringan penyangga gigi.
Tinjauan Matthews dan Al-Waeli (2025) menemukan bukti yang mendukung scaling berkala pada pasien periodontitis setelah perawatan aktif, terutama untuk membantu mengurangi kehilangan gigi dalam jangka panjang dan menjaga stabilitas periodontal.
Apakah Scaling Gigi Terlalu Sering Berbahaya?
Scaling yang dilakukan oleh tenaga profesional dengan teknik tepat umumnya merupakan prosedur yang aman. Namun, kebutuhan scaling harus ditentukan berdasarkan kondisi gigi dan gusi, bukan semata-mata karena ingin membersihkan gigi sesering mungkin.
Setelah scaling, sebagian orang dapat mengalami ngilu sementara atau perdarahan ringan, terutama jika gusi sebelumnya mengalami peradangan. Keluhan tersebut umumnya berangsur membaik.
Jika gigi menjadi sangat sensitif, gusi terus berdarah, atau muncul rasa sakit yang menetap setelah tindakan, konsultasikan kembali dengan dokter gigi.
Hal yang juga penting adalah membedakan scaling dari polishing. Scaling bertujuan mengangkat plak dan karang gigi, sedangkan polishing merupakan tindakan untuk memoles permukaan gigi dan menghilangkan noda tertentu. Keduanya tidak selalu harus dilakukan bersama pada setiap pasien.
Tinjauan Matthews dan Al-Waeli (2025) tidak menemukan bukti yang mendukung polishing saja sebagai metode efektif untuk mempertahankan kesehatan gusi dan periodontal.
Cara Menjaga Gigi agar Tidak Cepat Berkarang
Selain menjalani scaling sesuai kebutuhan, kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengurangi penumpukan plak yang menjadi bahan awal pembentukan karang gigi.
1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari
Gunakan pasta gigi berfluoride pada pagi hari dan sebelum tidur. Sikat seluruh permukaan gigi dengan lembut, termasuk bagian belakang gigi dan area di dekat garis gusi.
2. Bersihkan Sela Gigi Setiap Hari
Gunakan benang gigi atau alat pembersih sela gigi yang sesuai untuk menjangkau area yang sulit dibersihkan menggunakan sikat gigi biasa.
3. Batasi Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Konsumsi gula yang sering dapat meningkatkan risiko gigi berlubang. Batasi camilan manis dan minuman berpemanis, serta utamakan air putih sebagai minuman sehari-hari.
4. Hindari Merokok
Merokok merupakan salah satu faktor risiko masalah periodontal. Menghindari rokok dapat membantu menjaga kesehatan jaringan gusi dan mendukung hasil perawatan gigi.
5. Lakukan Pemeriksaan Gigi Secara Berkala
Pemeriksaan gigi memungkinkan dokter menilai apakah kamu membutuhkan scaling, perawatan gusi, atau tindakan lain. Frekuensi kunjungan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan mulut dan faktor risiko masing-masing.
FAQ Seputar Scaling Gigi Berapa Kali Setahun
1. Apakah scaling gigi wajib dilakukan setiap enam bulan?
Tidak selalu. Pemeriksaan setiap enam bulan dapat menjadi jadwal awal yang umum digunakan, tetapi scaling hanya perlu dilakukan sesuai kondisi gigi dan gusi. Sebagian pasien membutuhkan scaling lebih sering, sedangkan pasien berisiko rendah mungkin tidak memerlukannya pada setiap kunjungan.
2. Apakah scaling gigi perlu dilakukan setiap tiga bulan?
Interval sekitar tiga bulan dapat direkomendasikan bagi pasien berisiko tinggi, terutama pasien periodontitis yang telah menyelesaikan perawatan aktif. Jadwal ini tidak otomatis diperlukan oleh orang dengan gigi dan gusi sehat.
3. Apakah orang yang tidak memiliki karang gigi tetap perlu scaling?
Jika tidak ditemukan karang gigi yang perlu dibersihkan, scaling mungkin tidak diperlukan pada kunjungan tersebut. Namun, pemeriksaan gigi tetap penting untuk mengevaluasi kesehatan gusi, gigi berlubang, dan masalah lain yang mungkin tidak terlihat.
4. Berapa kali scaling gigi untuk anak-anak?
Menurut panduan AAPD, anak usia dua hingga enam tahun dapat menjalani pembersihan gigi setiap enam bulan atau sesuai kebutuhan individual. Frekuensi pemeriksaan dan perawatan anak yang lebih besar juga perlu disesuaikan dengan risiko dan tahap perkembangannya.
5. Apakah karang gigi bisa hilang tanpa scaling?
Karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dibersihkan secara efektif hanya dengan menyikat gigi atau berkumur. Dokter gigi perlu mengangkatnya menggunakan instrumen profesional. Menjaga kebersihan mulut setiap hari membantu mengendalikan plak dan mengurangi pembentukan karang gigi baru.
Kesimpulan
Pertanyaan scaling gigi berapa kali setahun tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Frekuensi scaling ditentukan oleh jumlah karang gigi, kesehatan gusi, riwayat penyakit periodontal, kebiasaan kebersihan mulut, dan faktor risiko lainnya.
Bagi orang dewasa dengan gusi sehat, pemeriksaan berkala dan scaling sesuai kebutuhan dapat menjadi pendekatan yang tepat. Sementara itu, pasien periodontitis yang telah menjalani perawatan aktif mungkin membutuhkan perawatan periodontal suportif setiap tiga hingga 12 bulan berdasarkan profil risiko dan kondisi gusi. Untuk anak usia dua hingga enam tahun, AAPD merekomendasikan pembersihan gigi setiap enam bulan atau sesuai kebutuhan individual.
Agar karang gigi tidak cepat menumpuk, tetap sikat gigi dua kali sehari, bersihkan sela gigi setiap hari, dan lakukan pemeriksaan sesuai jadwal yang dianjurkan dokter gigi. Dengan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, kesehatan gigi dan gusi dapat dipertahankan secara lebih optimal.
Referensi
- Matthews, D. C., & Al-Waeli, H. (2025). Benefits of Dental Scaling and Polishing in Adults: A Rapid Review and Evidence Synthesis. JDR Clinical & Translational Research, 10(3), 269–281. https://doi.org/10.1177/23800844241271684.
- American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2022). Periodicity of Examination, Preventive Dental Services, Anticipatory Guidance/Counseling, and Oral Treatment for Infants, Children, and Adolescents. The Reference Manual of Pediatric Dentistry, 312–324. Baca panduan AAPD.





