Article Sections

Impaksi Gigi: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Kapan Dicabut?

Facebook
X
Threads
WhatsApp
impaksi gigi

Dibuat ole Drg Yoshua Sander

Pernah merasakan nyeri di bagian paling belakang rahang yang datang dan pergi? Atau gusi terasa bengkak saat gigi bungsu mulai tumbuh?

Kondisi seperti ini sering dikaitkan dengan impaksi gigi, terutama pada gigi bungsu. Meski awalnya hanya terasa tidak nyaman, impaksi gigi yang dibiarkan dapat menyebabkan infeksi, kerusakan pada gigi di sebelahnya, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun, tidak semua impaksi gigi harus langsung dicabut. Dokter gigi akan menentukan perawatan berdasarkan posisi gigi, gejala yang muncul, serta hasil pemeriksaan klinis dan foto rontgen.

Yuk, kenali lebih jauh apa itu impaksi gigi, penyebabnya, gejalanya, hingga pilihan pengobatan yang tersedia.

Apa Itu Impaksi Gigi?

Impaksi gigi (impacted tooth) adalah kondisi ketika gigi gagal erupsi ke posisi normal di dalam rongga mulut karena terhalang oleh gigi lain, tulang rahang, jaringan gusi, atau karena ruang di rahang tidak mencukupi.

Kondisi ini paling sering terjadi pada gigi bungsu (molar ketiga) karena merupakan gigi terakhir yang tumbuh, biasanya pada usia 17–25 tahun. Meski demikian, impaksi juga dapat terjadi pada gigi lain, seperti gigi taring permanen, meskipun lebih jarang ditemukan.

Ketika ruang di rahang tidak cukup, gigi bungsu dapat tumbuh miring, menyamping, hanya keluar sebagian, atau bahkan tetap tertanam di dalam tulang rahang.

Sebagian orang tidak merasakan keluhan apa pun. Namun pada sebagian lainnya, impaksi gigi dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, hingga infeksi berulang.

Contoh Posisi Gigi Impaksi

Setiap orang dapat mengalami posisi impaksi yang berbeda. Beberapa jenis yang paling sering ditemukan antara lain:

  • Impaksi vertikal, yaitu posisi gigi relatif normal tetapi tidak memiliki ruang yang cukup untuk erupsi.
  • Impaksi mesioangular, yaitu gigi miring ke arah depan dan menekan gigi di depannya. Ini merupakan jenis impaksi yang paling sering ditemukan.
  • Impaksi horizontal, yaitu gigi tumbuh mendatar sehingga dapat menekan akar gigi sebelahnya.
  • Impaksi distoangular, yaitu gigi miring ke arah belakang rahang.

Posisi impaksi akan memengaruhi tingkat kesulitan tindakan pencabutan serta jenis perawatan yang diperlukan.

Baca Juga: Gigi Tumbuh Miring Haruskah Dicabut? Ini Penjelasannya

Penyebab Impaksi Gigi

impaksi gigi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gigi mengalami impaksi.

1. Ukuran rahang terlalu kecil

Penyebab paling umum adalah ukuran rahang yang tidak cukup untuk menampung seluruh gigi permanen sehingga gigi terakhir yang tumbuh tidak memiliki ruang yang memadai.

2. Arah erupsi gigi tidak sesuai

Pada sebagian orang, arah pertumbuhan gigi berubah sehingga gigi tumbuh miring atau menyamping dan gagal mencapai posisi normal.

3. Faktor genetik

Faktor keturunan dapat memengaruhi ukuran rahang, ukuran gigi, maupun pola pertumbuhan gigi sehingga meningkatkan risiko terjadinya impaksi.

4. Terhalang oleh gigi lain

Gigi permanen yang telah tumbuh lebih dahulu dapat menghambat jalur erupsi gigi bungsu sehingga gigi tetap tertanam di dalam tulang atau jaringan gusi.

Gejala Impaksi Gigi

Tidak semua impaksi gigi menimbulkan gejala. Namun ketika jaringan di sekitarnya mengalami peradangan atau infeksi, beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri pada bagian belakang rahang.
  • Gusi bengkak dan kemerahan.
  • Sulit membuka mulut.
  • Nyeri saat mengunyah.
  • Bau mulut yang tidak kunjung hilang.
  • Makanan mudah tersangkut di sekitar gigi bungsu.
  • Pada infeksi yang cukup berat, sebagian pasien juga dapat mengalami demam.

Dalam beberapa kasus, impaksi gigi juga dapat menyebabkan kerusakan atau resorpsi akar pada gigi di sebelahnya akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus.

Baca Juga: Tanda-Tanda Gigi Bungsu yang Bermasalah

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Impaksi Gigi?

Pemeriksaan dimulai dengan melihat kondisi gigi dan jaringan gusi secara langsung.

Selanjutnya, dokter biasanya akan menyarankan foto rontgen panoramik untuk melihat posisi gigi secara menyeluruh.

CBCT (Cone Beam Computed Tomography) tidak selalu diperlukan. Pemeriksaan ini dilakukan apabila dokter memerlukan gambaran tiga dimensi yang lebih detail, misalnya untuk menilai hubungan gigi impaksi dengan saraf, akar gigi di sebelahnya, atau struktur anatomi lain sebelum tindakan bedah

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai:

  • Posisi dan arah tumbuh gigi.
  • Kedalaman impaksi.
  • Hubungan gigi dengan saraf rahang.
  • Risiko kerusakan pada gigi di sebelahnya.
  • Adanya infeksi atau kista.

Informasi ini membantu dokter menentukan apakah gigi cukup dipantau atau perlu dilakukan tindakan pencabutan.

Apakah Semua Gigi Bungsu Harus Dicabut?

Tidak.

Gigi bungsu yang tumbuh dengan posisi baik, tidak menimbulkan keluhan, mudah dibersihkan, dan tidak berisiko menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitarnya umumnya tidak perlu dicabut.

Sebaliknya, apabila gigi mengalami impaksi, sering menimbulkan nyeri, infeksi berulang, merusak gigi sebelah, atau berpotensi menyebabkan komplikasi lain, dokter mungkin akan menyarankan pencabutan.

Keputusan tersebut selalu didasarkan pada hasil pemeriksaan klinis dan foto rontgen.

Pengobatan Impaksi Gigi

impaksi gigi

Perawatan impaksi gigi disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

1. Obat untuk meredakan nyeri

Jika impaksi menyebabkan nyeri atau peradangan, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol.

Apabila terdapat infeksi bakteri, dokter juga dapat memberikan antibiotik sesuai indikasi. Antibiotik tidak diperlukan pada semua kasus impaksi gigi dan hanya diberikan bila memang terdapat tanda infeksi berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Perlu diingat bahwa obat hanya membantu mengurangi gejala. Obat tidak dapat mengubah posisi gigi yang mengalami impaksi.

2. Operasi pencabutan gigi impaksi (Odontektomi)

Apabila impaksi menyebabkan nyeri berulang, infeksi, kerusakan pada gigi sebelah, atau berisiko menimbulkan komplikasi lain, dokter biasanya akan merekomendasikan operasi pencabutan gigi impaksi (odontektomi).

Prosedur dilakukan menggunakan anestesi lokal sehingga area tindakan menjadi mati rasa.

Pada kasus tertentu, dokter perlu membuka jaringan gusi dan mengangkat sebagian kecil tulang agar gigi dapat dikeluarkan dengan aman.

3. Pemantauan rutin

Apabila impaksi tidak menimbulkan keluhan maupun risiko terhadap jaringan di sekitarnya, dokter mungkin hanya menyarankan kontrol dan evaluasi secara berkala.

Apa yang Terjadi Jika Impaksi Gigi Dibiarkan?

Mengabaikan impaksi gigi bukan berarti masalahnya akan hilang dengan sendirinya.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Perikoronitis atau infeksi gusi di sekitar gigi bungsu.
  • Gigi berlubang pada gigi bungsu maupun gigi di sebelahnya.
  • Resorpsi atau kerusakan akar gigi tetangga.
  • Pembentukan kista di sekitar gigi impaksi (meski relatif jarang terjadi).
  • Gangguan saat mengunyah.

Tidak semua gigi impaksi akan menimbulkan komplikasi. Namun, risiko tersebut dapat meningkat apabila posisi gigi sulit dibersihkan atau telah menyebabkan perubahan pada jaringan di sekitarnya.

Atasi Impaksi Gigi Bersama PUTIH Dental

Kalau kamu mulai merasakan nyeri di area gigi bungsu atau mengetahui dari hasil rontgen bahwa gigimu mengalami impaksi, tidak perlu langsung panik. Tidak semua kasus impaksi gigi memerlukan pencabutan.

Di PUTIH Dental, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai posisi gigi, tingkat keparahan impaksi, serta kondisi jaringan di sekitarnya. Bila diperlukan, pemeriksaan akan dilengkapi dengan foto panoramik atau CBCT untuk membantu menentukan rencana perawatan yang paling tepat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menjelaskan pilihan perawatan yang sesuai, mulai dari pemantauan rutin, pemberian obat bila diperlukan, hingga operasi pencabutan apabila memang menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut Anda.

FAQ

Apakah semua impaksi gigi harus dicabut?

Tidak. Jika gigi impaksi tidak menimbulkan keluhan, mudah dibersihkan, dan tidak berisiko merusak gigi atau jaringan di sekitarnya, dokter mungkin hanya menyarankan kontrol rutin.

Berapa lama operasi gigi impaksi berlangsung?

Umumnya sekitar 30–60 menit, tergantung posisi gigi dan tingkat kesulitan tindakan.

Apakah impaksi gigi bisa sembuh dengan obat?

Tidak. Obat hanya membantu mengurangi nyeri atau mengatasi infeksi. Posisi gigi yang mengalami impaksi tidak dapat berubah hanya dengan mengonsumsi obat.

Apakah operasi impaksi gigi terasa sakit?

Selama prosedur dilakukan dengan anestesi lokal, Anda seharusnya tidak merasakan nyeri. Setelah efek anestesi hilang, dokter akan memberikan obat untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama proses pemulihan.

Suggested Article

penyakit gusi

Gusi Hitam: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Apakah Berbahaya?

kesehatan gigi penting bagi atlet

Mengapa Kesehatan Gigi Penting bagi Atlet? Ini Penjelasan Dokter Gigi

infeksi gigi

Apakah Infeksi Gigi Bisa Menyebar ke Bagian Tubuh Lain? Ini Faktanya