Crown Gigi: Fungsi, Jenis, dan Prosedurnya

Facebook
X
Threads
WhatsApp
Crown Gigi: Fungsi, Jenis, dan Prosedurnya
Articles Section

Crown gigi atau mahkota gigi adalah salah satu metode perawatan gigi yang bertujuan untuk mengembalikan estetika dan fungsi yang telah hilang. Crown gigi ini terdiri dari beberapa jenis seperti porselen, keramik atau yang lainnya, dan untuk lebih mengenal tentang crown gigi, simak penjelasannya berikut ini ya.

Pengertian Crown Gigi

Crown gigi atau dental crown adalah penutup berbentuk gigi (mahkota gigi) yang dipasang di atas gigi yang rusak, lemah, atau rapuh untuk mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan fungsinya. Crown terbuat dari berbagai bahan seperti porselen, keramik, logam, resin, atau kombinasi dari beberapa material tersebut.

Menurut Cleveland Clinic, crown gigi adalah struktur yang sepenuhnya membungkus bagian gigi yang tampak di atas garis gusi, sama seperti mengenakan sebuah mahkota. Prosedur pemasangan crown gigi biasanya dilakukan pada gigi yang rusak parah, gigi yang telah mengalami perawatan saluran akar, atau gigi yang memiliki tambalan besar dan struktur gigi yang sudah lemah.

Fungsi Crown Gigi

Berikut ini adalah beberapa fungsi crown gigi yang perlu Anda ketahui

1. Melindungi Gigi yang Lemah atau Rapuh

Crown gigi melindungi gigi yang lemah, retak, atau rapuh agar tidak patah lebih lanjut. Menurut Eka Hospital, ketika gigi sudah rapuh karena berbagai sebab, crown memberikan perlindungan ekstra yang diperlukan untuk menjaga struktur gigi tetap utuh.

2. Memperbaiki Gigi yang Rusak

Gigi yang sudah hancur sebagian atau retak bisa dipulihkan dengan crown sehingga fungsi mengunyah kembali optimal. Salah satu fungsi utama crown gigi adalah dapat mengembalikan kemampuan gigi untuk berfungsi seperti gigi asli sebelumnya dalam hal menghancurkan dan menghaluskan makanan.

3. Mengembalikan Fungsi Mengunyah dan Berbicara

Cleveland Clinic menekankan bahwa crown gigi membantu pasien mengunyah dan berbicara lebih mudah. Dengan crown, Anda dapat kembali menikmati makanan favorit tanpa rasa sakit atau kekhawatiran gigi akan bergeser atau rusak.

4. Meningkatkan Penampilan dan Estetika

Untuk tujuan estetika, crown dapat digunakan untuk memperbaiki bentuk, ukuran, atau warna gigi yang kurang baik. Crown dapat disesuaikan dengan warna dan bentuk gigi asli Anda, sehingga terlihat natural dan tidak terlihat seperti gigi palsu.

5. Menggantikan Tambalan Besar

Jika gigi memiliki tambalan besar dan struktur giginya sudah lemah, crown dapat memberikan perlindungan ekstra dan solusi yang lebih permanent dibanding tambalan biasa.

6. Menjaga Posisi Gigi

Crown membantu menjaga posisi gigi yang sudah rusak dan mencegah pergeseran gigi lainnya. Ini penting untuk mempertahankan susunan gigi yang ideal dan mencegah masalah gigitan di masa depan.

Jenis-jenis Crown Gigi

Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, ada beberapa jenis crown gigi yang bisa Anda pilih, dan berikut ini adalah beberapa pilihannya.

1. Crown Logam

Crown gigi yang terbuat dari logam terbilang sangat tahan lama dan tidak mudah rusak. Material yang digunakan bisa berupa emas, palladium, nikel, atau paduan logam lain. 

Karena warna dari jenis ini sangat berbeda dengan warna gigi asli, umumnya logam menjadi pilihan untuk melapisi gigi yang tidak tampak dari luar seperti gigi geraham.

2. Crown Porselen atau Keramik

Crown gigi berjenis porselen atau keramik ini umumnya dijadikan pilihan untuk gigi bagian depan atau yang tampak dari luar. Warna dari keramik atau porselen lebih serupa dengan warna gigi asli sehingga sangat estetik. Jenis ini juga cocok untuk Anda yang punya alergi terhadap material berbahan logam. 

Menurut Cleveland Clinic, zirconia adalah salah satu material paling populer untuk crown keramik karena sangat durable dan dapat menahan beban kekuatan yang lebih berat.

3. Crown Campuran Porselen-Logam (PFM)

Pelapis gigi berjenis ini terbuat dari campuran porselen dan logam, sehingga terlihat mirip dengan gigi yang asli dan menawarkan kekuatan yang lebih baik. 

Oleh sebab itu, jenis ini menjadi pilihan utama untuk gigi depan maupun belakang. Combination ini memberikan keseimbangan antara estetika dan durabilitas.

4. Crown Resin

Crown gigi berjenis resin biasanya lebih murah dibandingkan dengan jenis lain, tetapi tidak sekuat crown logam atau porselen. Mahkota berjenis resin lebih mudah rusak, lebih rentan patah, dan lebih cepat aus. Dokter gigi sering menggunakan resin untuk membuat crown sementara yang digunakan sambil menunggu crown permanen selesai dibuat.

5. Crown Stainless Steel

Crown gigi stainless steel adalah mahkota pre-fabricated sementara yang bisa digunakan pada gigi permanen maupun gigi susu. Umumnya jenis mahkota gigi ini digunakan untuk anak-anak karena dipasang guna menutupi gigi susu yang sudah rusak. Jenis ini jarang digunakan untuk gigi permanen orang dewasa.

Baca juga: Crown Gigi Bisa Bertahan Bertahun-Tahun? Ini Faktanya!

Prosedur Pemasangan Crown Gigi

Pemasangan crown gigi biasanya membutuhkan dua kunjungan ke dokter gigi, meskipun teknologi CAD/CAM (computer-aided design and manufacturing) kini memungkinkan crown selesai dalam satu hari kunjungan.

Untuk kunjungan pertama, itu lebih ke persiapan dan pencetakan. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi Anda dan melakukan rontgen untuk memastikan crown seperti apa yang diperlukan. Selain itu, jika ada masalah pada gigi dan mulut, dokter gigi akan menyelesaikan dulu masalah tersebut.

Kemudian setelah dipastikan semuanya, dokter gigi akan mengurangi sedikit ukuran gigi yang akan dipasang crown gigi untuk membuat ruangan bagi crown gigi ini. 

Menurut Cleveland Clinic, jumlah gigi yang perlu dihilangkan tergantung pada jenis crown yang akan digunakan, crown all-metal memerlukan pengurangan lebih sedikit dibanding crown porselen.

Setelah itu, dokter gigi akan membuat cetakan atau impression gigi menggunakan bahan putty atau scanner digital. Cetakan ini dikirim ke laboratorium untuk membuat crown permanen yang sesuai dengan bentuk gigi Anda. 

Proses pencetakan ini crown permanen ini biasanya akan memakan waktu 2 sampai 3 minggu, dan selama menunggu crown permanen selesai dibuat, dokter gigi akan memasang crown sementara untuk melindungi gigi Anda.

Setelah crown permanen selesai dibuat, pada kunjungan kedua dokter gigi akan melepas crown sementara yang telah dipasang sebelumnya dan memasang crown permanen yang sudah selesai dibuat.

Efek yang Mungkin Muncul Setelah Pasang Crown Gigi

Perlu Anda ketahui juga, ada beberapa efek yang mungkin bisa saja muncul setelah pemasangan crown gigi, berikut ini adalah beberapa efek tersebut.

  • Sensitivitas dan nyeri ringan. Menurut Healthline, rasa sakit dan sensitivitas sering terjadi setelah prosedur dan biasanya membaik setelah beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Pembengkakan ringan pada gusi di sekitar crown juga normal terjadi.
  • Tekanan atau nyeri saat menggigit selama beberapa hari, namun Ini adalah normal karena gigi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan crown baru.
  • Infeksi, tapi untuk hal ini termasuk kasus yang jarang terjadi. Infeksi dapat berkembang jika sterilisasi tidak optimal atau kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik setelah pemasangan. Jika Anda mengalami demam, nanah, atau pembengkakan yang terus bertambah, segera hubungi dokter gigi.
  • Cavitas di bawah crown, untuk mencegah ini, terus lakukan pembersihan gigi dengan baik dan kunjungan rutin ke dokter gigi.

Tempat Pasang Crown Gigi

Tempat Pasang Crown Gigi

Putih Dental adalah klinik gigi profesional yang menyediakan layanan pemasangan crown gigi berkualitas tinggi dengan didukung teknologi modern dan dokter gigi spesialis berpengalaman. 

Putih Dental memahami bahwa crown gigi adalah investasi penting untuk kesehatan dan kepercayaan diri Anda.

Dengan menggunakan material premium seperti zirconia dan porselen berkualitas tinggi, Putih Dental memastikan hasil crown yang terlihat natural dan bertahan lama. 

Tim dokter gigi di Putih Dental terlatih dalam prosedur CAD/CAM untuk memberikan crown yang presisi dan pas sempurna dalam waktu singkat.

Putih Dental juga menyediakan berbagai pilihan material crown sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda, mulai dari crown resin yang ekonomis hingga crown zirconia yang premium. Harga pemasangan crown di Putih Dental bersaing dan transparan, tidak ada biaya tersembunyi.

Untuk konsultasi lebih lanjut dan mendapatkan penawaran khusus, Anda dapat menghubungi Putih Dental melalui website atau aplikasi mereka.

Cara Merawat Crown Gigi

Terakhir adalah tentang bagaimana cara merawat crown gigi, berikut ini adalah beberapa tips merawat crown gigi.

  • Menyikat gigi secara teratur, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride untuk membersihkan crown dan gigi lainnya. Sikat gigi dua kali sehari dengan gerakan lembut. Jika gigi atau crown Anda sensitif terhadap panas atau dingin, pertimbangkan menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif ya
  • Menggunakan benang gigi atau flossing, karena bisa membantu membersihkan sela-sela gigi dan mencegah penumpukan plak di sekitar crown. 
  • Menghindari menggigit makanan keras seperti es batu, permen keras, atau kacang dan 
  • makanan yang lengket dan kenyal seperti permen karet atau karamel yang berpotensi menarik dan melepas crown.
  • Jika Anda memiliki kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) pada malam hari, gunakan night guard untuk melindungi crown dan gigi lainnya dari kerusakan.
  • Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa kondisi crown dan gigi lainnya, terutama segera jika Anda merasa ada yang salah, sebelum masalah tersebut menjadi lebih serius.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Setelah Pasang Crown Gigi

Crown gigi dapat bertahan lama, biasanya 5 hingga 15 tahun, tergantung pada bahan dan perawatan yang diberikan. Crown mungkin perlu diganti jika mengalami kerusakan, aus, atau longgar. Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi jika Anda merasa ada masalah pada crown gigi Anda.

Itulah informasi tentang crown gigi kali ini dari Putih Dental. Crown gigi adalah perawatan gigi yang efektif dan terbukti untuk mengembalikan fungsi dan estetika gigi yang rusak atau lemah. Dengan berbagai jenis material yang tersedia mulai dari logam, porselen, keramik, hingga campuran, Anda memiliki fleksibilitas untuk memilih jenis crown yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. 

Baik untuk alasan fungsional atau estetika, crown gigi memberikan hasil yang natural, tahan lama, dan dapat bertahan hingga 15 tahun dengan perawatan yang tepat.

Kunci pemasangan crown gigi ini sebenarnya terletak pada tiga hal, pertama memilih dokter gigi yang berpengalaman dan terpercaya untuk prosedur pemasangan, kedua mengikuti instruksi perawatan dengan disiplin setelah pemasangan dan ketiga menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan kebersihan yang konsisten. Dengan komitmen pada perawatan harian dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan, crown Anda akan tetap dalam kondisi optimal.

Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan pemasangan crown gigi, konsultasikan dengan dokter gigi spesialis di Putih Dental untuk mendapatkan penilaian menyeluruh tentang kondisi gigi Anda dan rekomendasi solusi terbaik. Investasi dalam crown gigi adalah investasi dalam kesehatan mulut dan kepercayaan diri jangka panjang Anda.

Referensi:

  • Cleveland Clinic. “Dental Crowns: Types, Procedure & Care.” Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10923-dental-crowns
  • Healthline. “Dental Crown Types, Procedure, When It’s Done, Cost, and Aftercare.” Diakses dari https://www.healthline.com/find-care/articles/dentists/dental-crown
  • Healthline. “Dental Crowns vs. Dental Onlays: What You Need to Know.” Diakses dari https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/onlay-vs-crown
  • Healthline. “What to Do If Your Temporary Dental Crown Hurts.” Diakses dari https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/temporary-crown-pain

FAQ Seputar Crown Gigi

Berapa lama crown gigi dapat bertahan dan kapan perlu diganti?

Crown gigi biasanya dapat bertahan antara 5 hingga 15 tahun, tergantung pada jenis material yang digunakan dan seberapa baik Anda merawatnya. Crown logam cenderung bertahan lebih lama dibanding crown resin. Crown mungkin perlu diganti jika mengalami kerusakan, aus, atau mulai terasa longgar. Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan, Anda dapat memaksimalkan daya tahan crown Anda.

Ketiga jenis ini memiliki karakteristik berbeda. Crown logam adalah pilihan paling tahan lama dan cocok untuk gigi belakang karena warnanya yang metalik tidak terlihat alami. Crown porselen atau keramik memberikan estetika terbaik dan cocok untuk gigi depan, meskipun sedikit lebih rapuh. Crown zirconia menggabungkan keunggulan kedua-duanya, sangat kuat, tahan lama, dan tampilan natural, sehingga cocok untuk semua posisi gigi. Pilihan tergantung pada lokasi gigi, kebutuhan kekuatan, dan preferensi penampilan Anda.

Beberapa efek samping ringan mungkin terjadi setelah pemasangan crown, seperti sensitivitas, nyeri ringan, pembengkakan kecil pada gusi, atau tekanan saat menggigit. Gejala-gejala ini biasanya membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu seiring gigi Anda beradaptasi dengan crown baru. Namun, jika Anda mengalami demam, nanah, pembengkakan yang terus bertambah, atau masalah serius lainnya, segera hubungi dokter gigi karena bisa mengindikasikan infeksi atau komplikasi yang memerlukan penanganan.

Picture of drg. Ivan Hadiutomo, Sp.KG
drg. Ivan Hadiutomo, Sp.KG

Ivan Hadiutomo, drg., graduated summa cum laude from Universitas Trisakti with a specialization in Restorative & Endodontics. He further pursued esthetic dentistry at New York University, where he served as International Director of the Aesthetic Society and lectured at the university. He has since completed his third Master’s degree in Implantology at Goethe University Frankfurt.

Latest Articles

Our Locations