Banyak dari Anda ketika mengalami gigi berlubang atau patah, maka akan melakukan perawatan tambal gigi, padahal bukan hanya tambal gigi, ada juga perawatan crown gigi yang bisa membantu mengatasi masalah Anda.
Selain itu, ada beberapa jenis crown gigi yang bisa Anda pilih dan menyesuaikan dengan keinginan dan kemampuan finansial Anda. Untuk lebih mengenal tentang crown gigi, simak penjelasannya berikut ini ya.
Pengertian Crown Gigi
Crown gigi adalah penutup gigi buatan yang dipasang di atas gigi rusak, lemah, atau patah untuk mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan fungsinya. Berbeda dengan tambalan biasa yang hanya menutup lubang kecil, crown melapisi seluruh permukaan gigi di atas garis gusi untuk memberikan perlindungan menyeluruh.
Menurut Cleveland Clinic, crown gigi berfungsi membungkus bagian gigi yang terlihat sepenuhnya untuk memulihkan strukturnya. Crown diperlukan terutama pada gigi yang mengalami kerusakan parah, gigi yang sudah dirawat saluran akar, atau gigi dengan tambalan yang terlalu besar sehingga struktur yang tersisa tidak cukup kuat lagi.
Manfaat Crown Gigi
Pemasangan crown gigi memberikan beberapa keuntungan penting:
- Melindungi gigi agar tidak kembali patah. Gigi yang sudah lemah atau retak berisiko patah semakin dalam jika tidak dilindungi. Crown berfungsi sebagai perisai yang melindungi sisa struktur gigi dari tekanan dan bakteri.
- Mengembalikan fungsi mengunyah. Gigi yang rusak tidak bisa mengunyah dengan normal. Crown memulihkan kemampuan mengunyah sehingga Anda bisa menikmati berbagai makanan lagi.
- Memperbaiki penampilan. Crown dapat menutupi gigi yang berubah warna, berbentuk tidak sempurna, atau permukaannya tidak rata.
- Mencegah gigi sekitar bergeser. Ketika satu gigi hilang atau sangat rusak, gigi di sebelahnya akan cenderung bergeser. Crown mencegah hal ini dan menjaga keselarasan gigi Anda.
- Menggantikan tambalan besar. Jika gigi memiliki tambalan yang sudah terlalu besar, crown memberikan perlindungan yang lebih baik dan lebih tahan lama dibanding tambal biasa.
Jenis Crown Gigi

Ada beberapa pilihan material crown gigi dengan karakteristik berbeda-beda. Memilih jenis yang tepat bergantung pada lokasi gigi, tingkat kekuatan yang dibutuhkan, dan preferensi estetika Anda.
1. Crown Logam
Crown logam terbuat dari paduan emas, palladium, nikel, atau titanium. Jenis ini adalah pilihan paling tahan lama dan jarang mengalami keausan atau pecah bahkan setelah bertahun-tahun penggunaan.
Kelebihan:
- Sangat kuat dan tahan lama (bisa bertahan 20+ tahun)
- Minimal kemungkinan patah atau aus
- Memerlukan pengurangan struktur gigi paling sedikit
- Tidak merusak gigi di sebelahnya
Kekurangan:
- Warna metalik tidak bisa disesuaikan dengan warna gigi asli
- Kurang cocok untuk gigi depan karena terlihat mencolok
- Harga cukup mahal, terutama untuk crown emas
Cocok untuk: Gigi belakang (premolar dan molar) yang tidak terlihat saat tersenyum.
2. Crown Porselen Penuh (All-Ceramic)
Crown all-ceramic atau all-porcelain terbuat sepenuhnya dari bahan keramik berkualitas tinggi tanpa komponen logam. Ini memberikan tampilan yang paling alami dan mirip dengan gigi asli.
Kelebihan:
- Tampilan paling natural dan estetik
- Warna dan translusensi bisa menyerupai gigi asli
- Aman untuk pasien yang alergi logam
- Tidak menunjukkan garis gelap di gusi seperti crown lain
Kekurangan:
- Lebih rapuh dibanding crown logam atau kombinasi
- Tidak cocok untuk gigi yang menanggung beban kunyah berat
- Bisa pecah jika Anda memiliki kebiasaan menggertakkan gigi
- Memerlukan pengurangan struktur gigi lebih banyak
Cocok untuk: Gigi depan yang sangat terlihat dan memerlukan estetika terbaik.
3. Crown Porselen Fused to Metal (PFM)
Crown PFM menggabungkan lapisan logam di bagian dalam untuk kekuatan dengan lapisan porselen di luar untuk tampilan yang baik. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan antara durabilitas dan estetika.
Kelebihan:
- Kombinasi kekuatan logam dan penampilan porselen
- Cocok untuk posisi gigi mana pun (depan atau belakang)
- Lebih tahan lama dibanding all-ceramic
- Harga lebih terjangkau dibanding all-ceramic murni
Kekurangan:
- Lapisan porselen dapat terkelupas seiring waktu
- Tepi logam bisa terlihat jika gusi mengalami penyusutan
- Bisa menunjukkan garis gelap di bawah gusi pada beberapa pasien
- Kurang natural dibanding all-ceramic
Cocok untuk: Gigi depan dan belakang dengan keseimbangan kebutuhan kekuatan dan estetika.
4. Crown Zirconia
Crown zirconia terbuat dari zirkonium dioksida, material keramik modern yang menggabungkan kekuatan logam dengan tampilan yang mirip gigi asli. Ini adalah pilihan yang semakin populer di kalangan dokter gigi modern.
Kelebihan:
- Sangat kuat dan tahan lama (bisa bertahan 15+ tahun)
- Tampilan alami dan estetik tinggi
- Biokompatibel dan aman untuk kesehatan gusi
- Tidak menunjukkan garis gelap di gusi
- Dapat menahan beban kunyah berat
- Minimal merusak gigi di sebelahnya
Kekurangan:
- Harga lebih mahal dibanding PFM atau logam
- Lebih opak dibanding all-ceramic pada beberapa produk (meskipun sudah ada zirconia translucent)
- Memerlukan pengurangan struktur gigi yang cukup
Cocok untuk: Semua posisi gigi, terutama untuk hasil jangka panjang dan durabilitas maksimal.
5. Crown Resin Komposit
Crown resin terbuat dari bahan resin yang dicampur dengan serat kaca. Jenis ini adalah yang paling terjangkau tetapi memiliki daya tahan paling pendek.
Kelebihan:
- Paling murah di antara semua jenis
- Mudah diperbaiki jika ada kerusakan kecil
- Tidak perlu pengurangan gigi yang banyak
Kekurangan:
- Mudah aus dan berubah warna seiring waktu
- Sangat rentan retak atau pecah
- Tidak tahan lama (biasanya hanya bertahan 3-5 tahun)
- Kurang natural dibanding jenis lain
Cocok untuk: Solusi sementara sambil menunggu crown permanen, atau untuk pasien dengan anggaran sangat terbatas.
6. Crown Stainless Steel Sementara
Crown stainless steel adalah crown siap pakai yang digunakan sebagai solusi jangka pendek. Material ini dipasang sementara crown permanen sedang dibuat di laboratorium.
Kelebihan:
- Terjangkau dan cepat dipasang
- Kuat untuk perlindungan jangka pendek
- Melindungi gigi yang sudah disiapkan
Kekurangan:
- Hanya untuk penggunaan jangka pendek (2-3 minggu)
- Tampilan metalik tidak estetik
- Tidak cocok untuk hasil permanen
Cocok untuk: Perlindungan gigi temporer sambil menunggu crown permanen selesai dibuat.
Baca juga: Harga Crown Gigi Berdasarkan Jenisnya, Lengkap dengan Prosedur
Prosedur Pemasangan Crown Gigi
Proses pemasangan crown gigi biasanya membutuhkan dua atau lebih kunjungan ke klinik dengan pembagian sebagai berikut.
- Kunjungan pertama, dokter gigi akan memeriksa gigi Anda dan menjelaskan pilihan material. Gigi kemudian dibersihkan dan dikurangi ukurannya agar crown bisa dipasang pas. Setelah itu, cetakan gigi dibuat dan dikirim ke laboratorium. Crown sementara dipasang untuk melindungi gigi yang sudah disiapkan.
- Kunjungan kedua, crown permanen dipasang dan disesuaikan hingga pas dan nyaman. Setelah yakin semuanya sempurna, crown disemen permanen dengan perekat khusus yang menghasilkan ikatan kuat.
Cara Merawat Crown Gigi
Informasi terakhir dari Putih Dental kali ini adalah beberapa cara merawat crown gigi. Crown yang dirawat dengan baik dapat bertahan 10-20 tahun atau lebih dan berikut ini adalah beberapa cara merawat crown gigi.
- Sikat gigi dengan hati-hati. Gunakan sikat berbulu halus dan pasta berfluoride. Bersihkan sekitar crown dengan gerakan lembut untuk tidak melonggarkannya.
- Gunakan benang gigi setiap hari. Bersihkan sela-sela gigi untuk mencegah plak menumpuk di sekitar crown. Tarik benang ke samping saat melepasnya, bukan ke atas.
- Hindari makanan keras dan lengket. Jangan mengunyah es batu, kacang keras, atau makanan lengket seperti karamel atau permen karet yang bisa melepas crown.
- Hindari kebiasan buruk yang merusak gigi. Jangan menggunakan gigi untuk membuka botol, membuka kemasan, menggigit kuku, atau menggertakkan gigi saat tidur.
- Gunakan pelindung gigi malam jika perlu. Jika Anda terbiasa menggertakkan gigi, gunakan night guard untuk melindungi crown.
- Periksa secara rutin. Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan untuk pembersihan profesional dan pemeriksaan kondisi crown.
Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Setelah Pasang Crown Gigi
Memilih jenis crown gigi yang tepat adalah keputusan penting yang mempengaruhi kesuksesan perawatan Anda dalam jangka panjang. Setiap jenis material memiliki kelebihan dan kekurangannya, tidak ada pilihan yang sempurna untuk semua situasi, yang ada adalah pilihan terbaik untuk kondisi gigi dan kebutuhan Anda yang spesifik.
Crown logam menawarkan daya tahan maksimal dan terjangkau, cocok untuk gigi belakang yang tidak terlihat. Crown all-ceramic memberikan estetika terbaik untuk gigi depan yang sangat terlihat. Crown zirconia modern menggabungkan kedua keunggulan tersebut dengan harga yang kompetitif. Crown PFM adalah pilihan kompromi yang baik untuk kebanyakan situasi, sementara crown resin hanya cocok sebagai solusi sementara.
Yang sama pentingnya dengan memilih material adalah komitmen Anda pada perawatan jangka panjang. Crown bisa bertahan puluhan tahun, tetapi hanya jika Anda konsisten menjaga kebersihan mulut, menghindari kebiasaan buruk, dan melakukan pemeriksaan rutin. Jangan anggap setelah pemasangan crown gigi maka masalah Anda akan selesai, karena crown memerlukan perhatian aktif dari Anda.
Jika Anda sedang mempertimbangkan pemasangan crown gigi, konsultasikan dengan dokter gigi spesialis di Putih Dental.
Dokter kami akan membantu Anda memilih jenis crown yang paling sesuai dengan kondisi gigi, gaya hidup, dan budget Anda, serta memberikan panduan lengkap tentang bagaimana merawatnya agar bertahan optimal.
Referensi:
- Cleveland Clinic. “Dental Crowns: Types, Procedure & Care.” Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10923-dental-crowns
- Healthline. “Dental Crown Types, Procedure, When It’s Done, Cost, and Aftercare.” Diakses dari https://www.healthline.com/find-care/articles/dentists/dental-crown
- WebMD. “Dental Crowns Information.” Diakses dari https://www.webmd.com/oral-health/qa/what-are-dental-crowns
FAQ Seputar Jenis Crown Gigi
Apa perbedaan utama antara crown logam, all-ceramic, dan zirconia?
Crown logam adalah pilihan paling tahan lama dan terjangkau, cocok untuk gigi belakang yang tidak terlihat karena warnanya metalik. All-ceramic memberikan estetika terbaik dan tampilan paling natural, cocok untuk gigi depan meskipun sedikit lebih rapuh. Crown zirconia menggabungkan keunggulan keduanya karena sangat kuat, tahan lama, tampilan natural, dan cocok untuk semua posisi gigi. Jadi pilihan tergantung pada lokasi gigi Anda, seberapa penting estetika, dan berapa lama Anda ingin crown bertahan.
Kapan sebaiknya memilih crown resin atau PFM dibanding jenis lain?
Crown resin hanya cocok sebagai solusi sementara karena hanya bertahan 3 sampai 5 tahun dan mudah aus atau pecah. Crown PFM adalah pilihan kompromi yang bagus jika Anda menginginkan keseimbangan antara kekuatan dan penampilan dengan harga yang lebih terjangkau dari all-ceramic. PFM cocok untuk gigi depan dan belakang, meskipun perlu diperhatikan bahwa lapisan porselen bisa terkelupas seiring waktu dan tepi logam mungkin terlihat jika gusi turun.
Berapa lama crown gigi bertahan dan apa yang paling mempengaruhi daya tahannya?
Crown logam bisa bertahan 20 tahun ke atas, crown zirconia 15 tahun atau lebih, crown all-ceramic dan PFM sekitar 10 sampai 15 tahun, dan crown resin hanya 3 sampai 5 tahun. Daya tahan crown tidak hanya bergantung pada material tetapi juga sangat bergantung pada bagaimana Anda merawatnya. Menjaga kebersihan mulut, menghindari makanan keras dan lengket, dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan adalah kunci agar crown bisa bertahan optimal.





