Ketika gigi rusak parah dan memerlukan perawatan restorasi, ada beberapa pilihan yang tersedia, dua di antaranya adalah pasak gigi dan crown gigi. Baik pasak gigi atau crown gigi, kedua prosedur ini memiliki perbedaan penting dalam fungsi dan cara kerjanya.
Untuk lebih mengetahui perbedaan pasak gigi dan crown gigi, simak perbedaannya termasuk penjelasan mana yang lebih baik berikut ini ya.
Apa Itu Pasak Gigi?
Dental post atau pasak gigi adalah material tambahan yang digunakan sebagai penyangga dalam proses restorasi gigi. Material ini ditempatkan di dalam saluran akar yang sudah dibersihkan untuk memberikan dukungan ekstra pada perawatan restorasi.
Pasak gigi memiliki fungsi untuk memperkuat gigi yang sudah mendapatkan perawatan saluran akar agar dapat menahan beban kunyah dan bertahan lebih lama.
Tanpa pasak, struktur gigi yang tersisa setelah perawatan saluran akar mungkin tidak cukup kuat untuk menopang restorasi seperti crown atau dental bridge.
Material pasak akan ditanam ke dalam akar gigi melalui lubang yang telah disiapkan dengan cermat oleh dokter gigi. Setelah pasak terpasang dengan kokoh, dokter kemudian dapat melanjutkan dengan restorasi gigi seperti penambahan core atau mahkota gigi.
Apa Itu Crown Gigi?
Dental crown atau crown gigi adalah penutup gigi berbentuk seperti mahkota yang dipasang di atas gigi yang rusak, lemah, atau patah. Crown melapisi seluruh permukaan gigi di atas garis gusi untuk memberikan perlindungan menyeluruh.
Menurut Cleveland Clinic, crown adalah struktur berbentuk gigi yang membungkus bagian gigi yang terlihat sepenuhnya untuk mengembalikan bentuk, ukuran, dan fungsi gigi.
Crown tidak hanya digunakan pada gigi yang rusak karena karies, tetapi juga untuk melindungi gigi setelah perawatan saluran akar atau untuk menutupi gigi di atas implan.
Jenis-jenis Pasak Gigi
Ada beberapa jenis pasak gigi yang dapat dipilih tergantung pada kondisi gigi dan preferensi dokter gigi.
- Pasak sementara. Pasak ini yang terbuat dari resin dan hanya digunakan sementara sambil menunggu pasak permanen dibuat. Pasak permanen biasanya akan terbuat dari komposit atau logam.
- Pasak logam. Pasak ini terbuat dari material seperti titanium, perak, atau nikel kromium. Jenis ini memiliki kekuatan yang baik dan dapat menahan tekanan kunyah dengan baik, meskipun mungkin terlihat dari luar jika tidak tertutup dengan baik oleh core atau crown.
- Pasak serat. Pasak ini terbuat dari serat komposit atau serat karbon. Jenis ini memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi sehingga lebih mudah disesuaikan dengan bentuk lubang di akar gigi, meskipun kekuatannya tidak sebaik pasak logam.
Setiap jenis material memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan dokter gigi akan membantu Anda memilih yang paling sesuai dengan kondisi gigi Anda.
Jenis-jenis Crown Gigi
Selain pasak gigi, tentunya ada beberapa jenis crown gigi yang masing-masing bisa Anda pilih sesuai dengan karakteristik uniknya pada setiap jenisnya.
- Crown logam. Crown ini terbuat dari paduan emas, palladium, atau nikel-titanium. Crown logam ini adalah jenis yang paling tahan lama dan jarang mengalami keausan atau pecah. Cocok untuk gigi belakang karena warnanya yang metalik tidak terlihat alami.
- Crown porselen penuh atau all-ceramic. Crown ini sepenuhnya terbuat dari bahan keramik berkualitas tinggi tanpa komponen logam. Ini memberikan tampilan paling natural dan mirip dengan gigi asli, sangat cocok untuk gigi depan.
- Crown porselen fused to metal (PFM). Crown ini menggabungkan lapisan logam di bagian dalam dengan lapisan porselen di luar. Kombinasi ini memberikan keseimbangan antara kekuatan dan tampilan yang baik.
- Crown zirconia. Crown ini terbuat dari zirkonium dioksida, material modern yang menggabungkan kekuatan tinggi dengan tampilan yang sangat natural. Cocok untuk semua posisi gigi.
- Crown resin. terbuat dari bahan resin yang dicampur dengan serat kaca. Crown resin ini paling terjangkau tetapi memiliki daya tahan paling pendek.
Baca juga: Pemasangan Crown Gigi: Prosedur Lengkap, Jenis, dan Perawatannya
Kelebihan dan Kekurangan Pasak Gigi
Selanjutnya kita simak juga beberapa kelebihan dan kekurangan pasak gigi berikut ini ya.
Kelebihan pasak gigi:
Memberikan tambahan dukungan pada gigi yang telah melakukan perawatan saluran akar gigi. Lebih terjangkau dibanding implan gigi. Dapat membantu memperkuat core atau penopang restorasi lainnya. Merupakan solusi yang cukup sederhana dan relatif cepat dalam prosedurnya.
Kekurangan pasak gigi:
Untuk pasak gigi ini, perlu melakukan pengeboran atau pengikisan pada saluran akar yang bisa saja merusak struktur gigi. Tidak semua gigi membutuhkan pasak, tergantung pada tingkat kerusakan dan sisa struktur gigi. Pasak dapat mengalami kegagalan jika tidak dipasang dengan tepat.
Dalam beberapa kasus, tekanan dari pasak dapat menyebabkan kerusakan pada saluran akar. Tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan restorasi tambahan seperti crown.
Kelebihan dan Kekurangan Crown Gigi
Tentu saja Anda juga perlu mengetahui tentang beberapa kelebihan dan kekurangan crown gigi, berikut ini informasi selengkapnya ya.
Kelebihan crown gigi:
Memberikan perlindungan menyeluruh pada gigi yang rusak dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Mengembalikan fungsi mengunyah secara optimal. Meningkatkan penampilan gigi secara signifikan.
Tahan lama dengan durasi 5 sampai 15 tahun atau lebih dengan perawatan yang baik, sesuai standar klinis internasional. Tersedia dalam berbagai material dan warna untuk memenuhi kebutuhan estetika. Dapat digunakan untuk berbagai kondisi gigi dari karies hingga gigi setelah perawatan saluran akar.
Kekurangan crown gigi:
Memerlukan pengurangan struktur gigi yang cukup banyak. Prosesnya membutuhkan beberapa kali kunjungan ke dokter gigi. Harganya lebih mahal dibanding tambalan biasa atau pasak. Crown juga memerlukan perawatan dan perhatian khusus untuk bertahan optimal.
Beberapa jenis crown tertentu seperti all-ceramic lebih rapuh dan tidak cocok untuk gigi yang menanggung beban kunyah berat. Crown permanen tidak bisa dilepas sendiri, hanya bisa diperbaiki atau diganti oleh dokter gigi.
Baca juga: Harga Crown Gigi Berdasarkan Jenisnya, Lengkap dengan Prosedur
Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Sebenarnya, pasak gigi dan crown gigi memiliki fungsi yang berbeda dan tidak bisa langsung dibandingkan sebagai salah satu lebih baik dari yang lain. Namun, dalam praktik klinis modern, crown gigi semakin menjadi pilihan utama untuk restorasi gigi yang rusak parah.
Menurut Cleveland Clinic, crown adalah struktur berbentuk gigi yang paling umum digunakan untuk merestorasi gigi yang rusak, lemah, atau patah. Sebaliknya, pasak menurut penelitian hanya berfungsi untuk menahan core restoration dan crown, dan tidak seharusnya dianggap sebagai penguatan gigi tetapi lebih sebagai penopang internal.
Crown gigi memberikan perlindungan menyeluruh pada gigi yang rusak dan dapat menangani berbagai kondisi gigi. Crown tidak bergantung pada struktur gigi yang tersisa, karena ia melapisi seluruh permukaan gigi di atas garis gusi. Ini berarti crown dapat digunakan bahkan ketika struktur gigi yang tersisa cukup minimal.
Pasak gigi, di sisi lain, hanya berfungsi sebagai penopang internal dan selalu memerlukan restorasi tambahan di atasnya untuk memberikan perlindungan lengkap. Pasak saja tidak cukup untuk melindungi gigi sepenuhnya.
Di Putih Dental, kami fokus menyediakan layanan crown gigi berkualitas tinggi dengan berbagai pilihan material untuk memenuhi kebutuhan setiap pasien. Crown gigi adalah solusi yang terbukti efektif, tahan lama, dan memberikan hasil yang natural dan fungsional. Kami tidak menyediakan layanan pasak gigi, karena kami percaya bahwa crown gigi adalah pilihan yang lebih baik dan lebih komprehensif untuk memperbaiki gigi yang rusak parah.
Jika gigi Anda mengalami kerusakan yang signifikan dan memerlukan restorasi, konsultasikan dengan dokter gigi spesialis di Putih Dental.
Dokter kami akan mengevaluasi kondisi gigi Anda secara menyeluruh dan merekomendasikan solusi terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan dan harapan Anda.
Referensi:
- Cleveland Clinic. “Dental Crowns: Why Would You Need One?” Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10923-dental-crowns
- Wikipedia. “Post and Core.” Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Post_and_core
- Dental Dictionary. “Understanding Dental Pins: Common Questions and Answers.” Diakses dari https://dictionary.dental/terms/pin
FAQ Seputar Pasak Gigi
Apakah pasak gigi dan crown gigi harus digunakan bersama-sama?
Tidak selalu. Pasak gigi digunakan ketika ada kekurangan struktur gigi yang tersisa setelah perawatan saluran akar, dan pasak membantu menopang restorasi di atasnya. Crown adalah restorasi akhir yang melapisi gigi untuk melindunginya. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan pasak terlebih dahulu sebelum crown dipasang, tetapi dalam kasus lain, crown saja sudah cukup tanpa memerlukan pasak. Dokter gigi akan menentukan prosedur mana yang Anda butuhkan berdasarkan kondisi spesifik gigi Anda.
Berapa lama daya tahan pasak gigi dibanding crown gigi?
Pasak gigi biasanya bertahan selama crown atau restorasi atasnya masih dalam kondisi baik. Jika crown rusak atau perlu diganti, pasak mungkin juga perlu diperiksa dan kemungkinan diganti. Crown gigi sendiri dapat bertahan 10 sampai 20 tahun atau lebih dengan perawatan yang baik. Jadi, daya tahan pasak sangat bergantung pada kondisi restorasi di atasnya, sementara crown memiliki daya tahan yang lebih independen dan jelas.
Mengapa Putih Dental hanya menyediakan crown gigi dan bukan pasak gigi?
Kami fokus pada crown gigi karena ini adalah solusi restorasi yang lebih komprehensif dan terbukti lebih efektif untuk memperbaiki gigi yang rusak parah. Crown memberikan perlindungan menyeluruh pada gigi, mengembalikan fungsi kunyah, dan meningkatkan estetika. Crown juga lebih tahan lama dan memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dalam praktik klinis modern. Dengan fokus pada crown gigi berkualitas tinggi, kami dapat memberikan hasil terbaik dan kepuasan jangka panjang bagi pasien kami.





