Article Sections

Implan Gigi, Pengertian, Manfaat sampai Prosedur Lengkapnya

Facebook
X
Threads
WhatsApp
Implan Gigi, Pengertian, Manfaat sampai Prosedur Lengkapnya

Setiap orang tentunya ingin memiliki gigi yang sempurna, putih, bersih dan lengkap, namun sayangnya, ketika kita mencapai usia dewasa, gigi yang hilang tidak dapat tumbuh kembali. 

Hilangnya gigi tersebut tentunya bisa membuat masalah estetika atau penampilan gigi Anda menjadi kurang menarik, bukan hanya dari sisi estetika, hilangnya gigi juga bisa menimbulkan  masalah kesehatan gigi di kemudian hari.

Salah satu solusi mengatasi tersebut adalah implan gigi. Implan gigi adalah salah prosedur perawatan kesehatan gigi untuk menanamkan akar buatan ke dalam tulang rahang, yang nantinya akan digunakan untuk menopang mahkota gigi.

Tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang implan gigi? Yuk simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Implan Gigi

Implan gigi adalah prosedur bedah untuk mengganti gigi yang hilang atau rusak dengan memasang akar buatan (implant) ke dalam tulang rahang. Akar buatan ini biasanya terbuat dari logam khusus, terutama titanium atau keramik, yang dirancang agar dapat bersatu dengan tulang rahang secara alami melalui proses yang disebut osseointegration.

Gigi palsu hasil implan terdiri dari tiga bagian utama:

  • Implan (Fixture): Sekrup logam yang ditanamkan langsung ke dalam tulang rahang, berfungsi sebagai akar gigi buatan.
  • Abutment: Penghubung kecil yang menghubungkan implan dengan mahkota gigi.
  • Mahkota Gigi (Crown): Bagian yang terlihat dan berfungsi seperti gigi asli.

Menambahkan informasi dari Mayo Clinic, berbeda dengan gigi palsu lepasan atau dental bridge, implan gigi menawarkan solusi yang lebih permanen dan fungsional karena bekerja seperti gigi alami Anda.

Siapa yang Memerlukan Implan Gigi?

Selanjutnya adalah apakah Anda memang perlu melakukan implan gigi? Ada beberapa kondisi yang memang cocok untuk melakukan implan gigi, beberapa kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan satu gigi atau lebih akibat kecelakaan, penyakit gusi, atau karies.
  • Tidak ingin menggunakan gigi palsu yang dapat dilepas atau jembatan gigi.
  • Mengalami kesulitan berbicara akibat kehilangan gigi
  • Ingin mempertahankan struktur wajah dan mencegah penurunan tulang rahang
  • Menginginkan solusi jangka panjang untuk mengganti gigi yang hilang.

Namun, tidak semua orang yang kehilangan gigi dapat langsung menjalani prosedur implan. Mengutip dari Cleveland Clinic, beberapa kriteria harus dipenuhi agar implan gigi cocok untuk Anda, antara lain memiliki tulang rahang yang memadai, gusi dalam kondisi sehat, tidak merokok berat, dan tidak memiliki masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses penyembuhan tulang.

Manfaat dan Kelebihan Implan Gigi

Selanjutnya tentunya Anda harus mengetahui apa sajakah manfaat dan kelebihan implan gigi, berikut ini beberapa manfaat dan kelebihan implan gigi:

  • Lebih alami dalam penampilan dan fungsi karena terlihat dan terasa seperti gigi asli, dengan mahkota yang dirancang sesuai bentuk dan warna gigi sekitarnya.
  • Memudahkan saat mengunyah makanan tanpa khawatir gigi akan bergeser seperti pada gigi palsu lepasan.
  • Lebih nyaman, karena tidak perlu melepas pasang seperti gigi palsu, dan tidak menyebabkan kesulitan berbicara.
  • Mencegah pergeseran gigi tetangga dan mengisi celah gigi sehingga gigi sekitar tidak bergeser ke celah kosong.
  • Mempertahankan kesehatan tulang rahang dan mencegah penurunan dan resorpsi tulang yang biasanya terjadi ketika gigi hilang.
  • Implan gigi lebih mudah dirawat karena tidak perlu perekat khusus dan dapat Anda bersihkan seperti layaknya gigi normal pada umumnya.
  • Durabilitas jangka panjang. Menurut WebMD, dengan perawatan yang baik, implan gigi dapat bertahan seumur hidup, sementara gigi palsu perlu diganti setiap 5–15 tahun.
  • Tidak menggerus gigi sehat karena berbeda dengan dental bridge yang memerlukan pengikisan gigi tetangga untuk menopang jembatan.

Kondisi yang Tidak Memungkinkan Melakukan Implan Gigi

Sebelum mengetahui lebih detail tentang persiapan sebelum melakukan implan gigi, prosedur dan informasi lainnya tentang implan gigi, Anda juga perlu mengetahui beberapa kondisi yang tidak memungkinkan Anda melakukan implan gigi, berikut ini adalah beberapa diantaranya.

  • Memiliki tulang rahang yang cacat atau tidak cukup tebal, hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan cangkok tulang, namun kondisi ini memerlukan prosedur tambahan.
  • Gusi dan juga mulut Anda dalam kondisi tidak sehat karena terdapat penyakit gusi aktif atau infeksi yang dapat menggagalkan pemasangan implan gigi.
  • Rahang belum sepenuhnya tumbuh karena idealnya, implan dipasang pada usia 18 tahun ke atas ketika tulang rahang sudah berkembang sempurna.
  • Menderita gangguan kesehatan yang mengganggu penyembuhan tulang, beberapa diantaranya termasuk diabetes tidak terkontrol, leukemia, osteoporosis, atau gangguan pembekuan darah.
  • Sedang menjalani radioterapi di area kepala atau leher karena dapat mengganggu proses penyembuhan dan integrasi implan.
  • Merokok atau menggunakan produk tembakau. Menurut Healthline, merokok secara signifikan meningkatkan risiko kegagalan implan hingga 2 kali lipat.
  • Tidak memiliki komitmen terhadap perawatan oral atau memiliki kebiasaan tidak menjaga kebersihan mulut, karena dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang

Meskipun demikian, setiap kasus bersifat individual dalam artian bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya meskipun Anda memiliki salah satu atau beberapa poin diatas. Karena itu, sebaiknya konsultasi menyeluruh dengan dokter gigi spesialis menjadi sangat penting untuk menentukan kelayakan Anda.

Persiapan Sebelum Melakukan Implan Gigi

Berikutnya mari simak beberapa persiapan sebelum melakukan implan gigi berikut ini.

  1. Pemeriksaan gigi dan rahang. Pertama tentu saja dokter gigi akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada gigi, gusi sampai kondisi rongga mulut dengan cara melakukan foto rontgen panoramik untuk melihat struktur tulang, bisa juga menggunakan model tiga dimensi (3D) untuk menentukan apakah perlu dilakukan cangkok tulang seperti yang dijelaskan sebelumnya.
  2. Evaluasi kesehatan secara umum. Meskipun prosedur implan gigi dilakukan pada bagian mulut, namun dokter tetap perlu melakukan evaluasi kesehatan secara umum seperti umum seperti apakah Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu, vitamin sampai suplemen harian, apakah Anda anda memiliki riwayat penyakit jantung, sampai apakah Anda menggunakan pen untuk patah tulang atau tidak.
  3. Kondisi kesehatan gigi sebelum melakukan implan gigi. Kondisi gigi sebelum melakukan implan gigi juga perlu diperhatikan, apakah ada gigi yang rusak atau tidak yang perlu dicabut terlebih dahulu, sampai apakah ada masalah gusi atau tidak.
  4. Perencanaan prosedur. Setelah itu semua, dokter akan merumuskan rencana pemasangan implan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda, termasuk berapa banyak gigi yang perlu diganti, apakah cangkok tulang diperlukan dan tipe cangkok yang paling sesuai sampai diskusi mengenai pilihan anestesi (bius lokal, sedasi, atau bius total) yang akan dilakukan.
  5. Terakhir adalah persiapan hari operasi. Jika menggunakan bius lokal, Anda dapat mengonsumsi makanan ringan hingga 2 jam sebelum prosedur. Jika menggunakan bius total atau sedasi, Anda perlu berpuasa 6–8 jam sebelum prosedur. 

Prosedur Implan Gigi

Prosedur Implan Gigi

Selanjutnya kita masuk ke prosedur implan gigi sebagai berikut.

1. Konsultasi dan Evaluasi Awal

Pertama-tama, tentu saja konsultasi dan evaluasi awal. Anda akan menjalani konsultasi dengan dokter spesialis yang mungkin saja terdiri dari:

  • Dokter gigi umum atau spesialis bedah mulut (oral surgeon)
  • Periodontitis (spesialis gusi dan tulang pendukung gigi).
  • Prosthodontist (spesialis pembuatan gigi buatan).
  • Dokter umum untuk evaluasi kesehatan keseluruhan.

Para dokter terbaik yang  berpengalaman tersebut akan meninjau hasil imaging, mendiskusikan ekspektasi Anda, dan menjelaskan prosedur secara detail.

2. Pengangkatan Gigi Rusak (Jika Diperlukan)

Prosedur kedua dan ketiga ini adalah tambahan, bergantung pada kondisi gigi dan mulut Anda. Jika gigi yang rusak masih ada, gigi tersebut perlu dicabut terlebih dahulu sebelum implan dipasang. 

Prosedur pencabutan dapat dilakukan dengan cara sederhana atau dengan bedah, tergantung kondisi gigi. Setelah pencabutan, tulang rahang memerlukan waktu 4 sampai 6 minggu untuk mulai menyembuh sebelum implan dapat dipasang.

3. Pencangkokan Tulang Rahang (Jika Diperlukan)

Prosedur ini juga tambahan bergantung pada kondisi gigi dan mulut Anda. Jika evaluasi menunjukkan bahwa tulang rahang Anda terlalu tipis atau terlalu lunak, cangkok tulang mungkin diperlukan untuk memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi implan.

Jenis-jenis cangkok tulang:

  • Tulang alami: Diambil dari bagian tubuh lain Anda, biasanya dari tulang rahang melalui prosedur tambahan
  • Tulang donor: Tulang yang berasal dari donor orang lain yang telah diproses secara medis.
  • Tulang sintetis: Material pengganti tulang buatan yang dapat menyediakan struktur untuk pertumbuhan tulang baru.
  • Tulang hewan: Tulang yang telah diproses dan tentu saja disetujui untuk penggunaan medis.

Proses penyatuan cangkok tulang dengan tulang rahang memerlukan waktu beberapa bulan (3–9 bulan) sebelum implan dapat dipasang.

4. Pemasangan Implan Gigi di Tulang Rahang

Ini adalah tahap bedah utama prosedur implan. Mengutip dari Mayo Clinic, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Pemberian anestesi. Area akan dioles dengan anestesi lokal untuk membuat gusi mati rasa. Jika Anda memilih sedasi, obat sedasi akan diberikan untuk membuat Anda tetap tenang dan nyaman.
  2. Dokter memberikan sayatan pada Gusi. Dokter akan membuat sayatan kecil pada gusi untuk mengekspos tulang rahang di bawahnya.
  3. Pemboran lubang pada tulang. Menggunakan bor khusus dengan berbagai ukuran, dokter akan membuat lubang yang presisi di tulang rahang. Lubang ini dirancang dengan cermat untuk sesuai dengan ukuran implan titanium.
  4. Pemasangan implan. Implan (sekrup titanium) akan dimasukkan dengan hati-hati ke dalam lubang yang telah dibuat, dan akan ditempatkan cukup dalam sehingga dapat disatukan dengan tulang rahang Anda.
  5. Penutupan sayatan. Gusi akan dijahit kembali di sekitar implan. Dalam beberapa kasus, topi penyembuhan (healing cap) akan ditempatkan di atas implan untuk melindunginya selama proses penyembuhan.

Durasi prosedur pemasangan implan gigi di klinik gigi yang terpercaya biasanya memakan waktu 90 menit hingga beberapa jam, tergantung jumlah implan yang dipasang dan kompleksitas kasus.

5. Tahap Osseointegration (Penyatuan Implan dengan Tulang)

Setelah implan dipasang, proses yang paling penting dimulai: osseointegration. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, ini adalah proses biologis di mana tulang rahang tumbuh dan menyatu dengan permukaan implan titanium, menciptakan ikatan yang sangat kuat. Proses penyatuan implan dengan tulang rahang ini biasanya akan memerlukan waktu 3 sampai 9 bulan, tergantung pada:

  • Kecepatan penyembuhan individual Anda.
  • Kualitas dan kepadatan tulang rahang.
  • Lokasi implan (rahang bawah biasanya lebih cepat daripada rahang atas).

Hal yang terjadi selama periode penyatuan implan dan tulang rahang ini adalah tulang baru berkembang dan menyatu dengan permukaan implan sehingga implan menjadi semakin stabil dan  seiring waktu, jaringan gusi terus tumbuh di sekitar implan.

Larangan selama periode penyatuan implan dan tulang ini adalah hindari makanan keras atau lengket yang dapat membebani implan, jangan menggigit atau menekan di area implan dan kuti instruksi dokter mengenai kebersihan mulut.

6. Pemasangan Abutment (Connector Post)

Setelah osseointegration atau penyatuan implan dan tulang selesai, dan implan benar-benar solid, tahap berikutnya adalah menempatkan abutment, yaitu komponen kecil yang menghubungkan implan dengan mahkota gigi buatan dengan prosedur sebagai berikut.

  1. Dokter membuat sayatan kecil pada gusi untuk mengekspos implan.
  2. Abutment kemudian dipasang dan dikencangkan ke implan.
  3. Gusi akan ditutup kembali dengan jahitan, dengan meninggalkan abutment yang menonjol sedikit di atas garis gusi.
  4. Selama 2 minggu berikutnya, gusi akan menyembuh dan membentuk profil yang sempurna di sekitar abutment.

Catatan tambahan, beberapa dokter dapat menempatkan abutment pada saat yang sama dengan pemasangan implan, sehingga mengurangi jumlah prosedur yang diperlukan.

7. Pemasangan Mahkota Gigi Buatan

Setelah gusi sepenuhnya sembuh, langkah terakhir adalah menempatkan mahkota gigi buatan atau crown gigi yang akan menyelesaikan restorasi Anda. Proses pemasangan mahkota gigi buatan ini terdiri dari beberapa proses, yaitu:

  1. Proses pembuatan. Dokter gigi akan membuat cetakan (impression) menyeluruh dari gigi Anda dan implan.Cetakan ini dikirim ke laboratorium dental di mana teknisi akan membuat mahkota kustom yang sesuai sempurna dengan gigi asli Anda. Mahkota akan dirancang untuk mencocokkan bentuk, ukuran, dan warna gigi sekitar
  2. Penentuan jenis mahkota gigi. Jenis mahkota gigi ada dua, yaitu mahkota permanen yang dikencangkan secara permanen dan tidak dapat dilepas, atau mahkota lepasan yang dapat dilepas.
  3. Pemasangan. Dokter mencoba terlebih dahulu memastikan kenyamanan, pengecekan oklusi atau cara gigi saling bertemu sama lain saat menggigit, disesuaikan, lalu mahkota akan disemen atau dikencangkan dengan kokoh ke abutment

Dengan demikian, durasi total pemasangan implan gigi dari mulai konsultasi awal hingga pemasangan mahkota gigi secara sempurna dapat memakan waktu 3 sampai 9 bulan, tergantung faktor individual dan kebutuhan bone grafting.

Efek Samping dan Resiko

Meskipun implan gigi memiliki tingkat keberhasilan tinggi yaitu 95–98%, ada potensi komplikasi yang perlu Anda ketahui untuk membantu Anda mengawasi hasil pemasangan atau selama proses pemasangan implan gigi, berikut ini adalah beberapa efek samping dan resiko yang perlu Anda ketahui.

  • Infeksi di area implan. Dapat terjadi jika kebersihan mulut tidak terjaga atau jika ada kontaminasi selama operasi. Ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, dan nanah.
  • Kerusakan pada gigi atau struktur di sekitarnya. Jarang terjadi, namun dimungkinkan jika bor menyentuh gigi tetangga atau pembuluh darah.
  • Kerusakan atau cedera pada saraf rahang. Mengutip dari Healthline, dapat menyebabkan nyeri kronis, mati rasa, atau sensasi kesemutan di gigi asli, gusi, bibir, atau pipi. Biasanya bersifat sementara namun bisa permanen dalam kasus yang jarang.
  • Masalah sinus. Implan gigi juga bisa menyebabkan sinus jika implan dipasang di rahang atas dan menembus atau menekan rongga sinus (maxillary sinus).
  • Kegagalan osseointegration. Menurut WebMD, implan gagal bersatu dengan tulang (terjadi pada 2–5% kasus). Jika ini terjadi, implan harus dilepas dan prosedur dapat diulangi setelah beberapa bulan.
  • Reaksi alergi. Sangat jarang, namun sebagian kecil orang mungkin alergi terhadap titanium atau bahan lain yang digunakan.
  • Peri-implantitis. Kondisi mirip penyakit gusi yang mempengaruhi jaringan di sekitar implan, ditandai dengan peradangan gusi, pembengkakan, dan kehilangan tulang.

Perawatan Pasca Melakukan Implan Gigi

Informasi terakhir adalah beberapa perawatan pasca melakukan implan gigi. Perawatan ini akan kita bagi dua tahap, yaitu perawatan jangka pendek atau pada 1 sampai 2 minggu pertama, dan perawatan jangka panjang.

Berikut ini adalah perawatan jangka pendek pasca melakukan implan gigi:

  • Hindari aktivitas berat selama 3–7 hari pertama untuk memungkinkan tubuh pulih.
  • Kompres es atau gunakan es pada area yang bengkak selama 15 menit, diikuti istirahat 15 menit, terutama dalam 24 jam pertama.
  • Bisa menggunakan bantal ekstra saat tidur untuk mengurangi pembengkakan.
  • Konsumsi obat pereda nyeri atau antibiotik sesuai resep dokter.
  • Hindari makanan panas, keras, atau lengket: Makan makanan lunak seperti yoghurt, sup, puree, atau smoothie.
  • Setelah 24 jam, kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari, terutama setelah makan.
  • Hindari menggigit atau memberikan tekanan pada area implan yang baru dipasang.

Terakhir perawatan jangka panjang setelah melakukan implan gigi adalah sebagai berikut:

  • Jangan merokok, merokok secara dramatis meningkatkan risiko kegagalan implan dan komplikasi infeksi.
  • Hindari makanan keras atau lengket seperti es batu, permen keras, permen karet, atau daging yang sangat kental yang dapat membebani implan.
  • Kunjungan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan untuk pemeriksaan profesional dan pembersihan.
  • Pantau kesehatan gusi dan laporkan ke dokter jika gusi menjadi merah, bengkak, atau mudah berdarah.
  • Jaga kesehatan gigi asli karena gigi asli yang tersisa tetap memerlukan perawatan yang baik.
  • Tingkatkan asupan kalsium karena mineral ini penting untuk kesehatan tulang rahang dan implan.
  • Hindari gesekan berlebihan seperti jangan menggertakkan gigi (bruxism) secara berlebihan, jika Anda memiliki kebiasaan ini, mintalah dokter membuat pelindung gigi malam.
  • Perhatian khusus pada penyakit tertentu. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, jika Anda memiliki diabetes atau kondisi lain yang mempengaruhi penyembuhan, kelola kondisi tersebut dengan baik.

Baca juga: Gigi Bergesekan Saat Tidur? Waspadai Sleep Bruxism dan Dampaknya!

Itulah beberapa informasi penting tentang implan gigi yang perlu Anda ketahui. Mulai dari pengertian implan gigi, manfaat implan gigi, persiapan sampai prosedur pemasangan implan gigi, dan termasuk beberapa perawatan pasca melakukan implan gigi dari Putih Dental kali ini. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk Anda ya.

Referensi:

  • Mayo Clinic. “Dental implant surgery.” Diakses dari https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/dental-implant-surgery/about/pac-20384622
  • Cleveland Clinic. “Dental Implants: Permanent, Lifelike Tooth Replacements.” Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10903-dental-implants
  • Healthline. “Dental Implant Procedure: What to Know.” Diakses dari https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/dental-implant-procedure
  • WebMD. “Dental Implants: Surgery, Advantages, Risks, & Insurance.” Diakses dari https://www.webmd.com/oral-health/qa/what-are-dental-implants

FAQ Seputar Implan Gigi

Berapa lama proses implan gigi dari awal sampai selesai?

Proses implan gigi memakan waktu beberapa bulan. Tahapnya dimulai dari konsultasi dan evaluasi awal, pengangkatan gigi (jika diperlukan), pencangkokan tulang jika perlu, lalu pemasangan implan ke tulang rahang. Fase osseointegration (penyatuan implan dengan tulang) memerlukan 6-12 minggu untuk penyatuan awal, atau 3-9 bulan untuk osseointegration penuh. Setelah itu, baru dilakukan pemasangan abutment dan mahkota gigi. Durasi total bisa berkisar 3-9 bulan tergantung kompleksitas kasus.

Prosedur implan gigi dilakukan dengan anestesi, jadi Anda tidak akan merasa sakit selama operasi. Setelah operasi, kemungkinan ada rasa tidak nyaman atau nyeri ringan di area yang dioperasi selama beberapa hari, namun ini bisa ditangani dengan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter. Pembengkakan dan nyeri biasanya hilang dalam 1-2 minggu. Setiap pasien memiliki toleransi nyeri yang berbeda, jadi penting berkonsultasi dengan dokter gigi tentang manajemen nyeri pasca-operasi.

Sebagian besar orang dewasa dengan gigi yang hilang bisa melakukan implan gigi. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan: penyakit gusi parah, tulang rahang yang tidak cukup padat (kecuali dilakukan bone grafting), perokok berat, diabetes yang tidak terkontrol, atau kondisi kesehatan tertentu yang menyulitkan proses penyembuhan. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis untuk evaluasi menyeluruh sebelum memutuskan melakukan implan gigi.

drg. Alfonso

drg. Alfonso

General Practitioner

Dr. Alfonso is a highly skilled dentist known for his gentle approach and meticulous care, making him a top choice for anyone seeking excellent dental treatment.

Suggested Article

Implan Gigi, Pengertian, Manfaat sampai Prosedur Lengkapnya

Implan Gigi, Pengertian, Manfaat sampai Prosedur Lengkapnya

Biaya Tambal Gigi Permanen dan Prosedurnya

penyakit gusi

Gusi Hitam: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Apakah Berbahaya?