PUTIH Dental Center

Article Sections

Jenis-Jenis Behel Gigi, Lengkap dengan Perbedaan Hingga Tips Memilihnya

harga behel gigi

Oleh drg. Jessica Mulia

Kalau kamu sedang mempertimbangkan pasang behel, mungkin ada satu pertanyaan yang langsung muncul di pikiran: jenis behel mana yang paling cocok untuk saya?

Saat ini pilihannya jauh lebih beragam dibanding beberapa tahun lalu. Selain behel metal konvensional, ada behel self-ligating seperti Damon, behel transparan, hingga clear aligner yang hampir tidak terlihat saat digunakan.

Setiap jenis memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Ada yang lebih mengutamakan estetika, ada yang menawarkan kenyamanan lebih saat kontrol, dan ada pula yang menjadi pilihan terbaik untuk kasus ortodonti tertentu. Karena itu, memilih behel bukan hanya soal harga atau penampilan, tetapi juga perlu disesuaikan dengan kondisi gigi, pola gigitan, dan tujuan perawatannya.

Table of Contents

Apa Itu Behel Gigi?

Behel gigi atau kawat gigi adalah alat ortodonti yang digunakan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang yang tidak ideal.

Perawatan ini dapat membantu mengatasi berbagai masalah seperti:

  • Gigi berjejal
  • Gigi renggang
  • Gigi tonggos
  • Gigitan silang (crossbite)
  • Gigitan terlalu maju (overbite)
  • Gigitan terlalu mundur (underbite)
  • Ketidaksejajaran rahang

Behel bekerja dengan memberikan tekanan ringan dan konsisten pada gigi sehingga perlahan bergerak menuju posisi yang lebih ideal.

Menurut American Association of Orthodontists (AAO), perawatan ortodonti tidak hanya bertujuan memperbaiki estetika senyum, tetapi juga membantu meningkatkan fungsi mengunyah, berbicara, serta menjaga kesehatan gigi dan jaringan pendukungnya dalam jangka panjang.

Baca Juga: Retainer Gigi: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Merawatnya

Fungsi Behel Gigi

Banyak orang memasang behel karena ingin memiliki susunan gigi yang lebih rapi. Namun dalam praktik sehari-hari, tidak sedikit pasien yang justru merasakan manfaat terbesar setelah perawatannya berjalan, seperti makan menjadi lebih nyaman, gigi lebih mudah dibersihkan, atau gigitan terasa lebih seimbang.

Karena itu, manfaat behel tidak hanya terbatas pada penampilan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan dan fungsi rongga mulut secara keseluruhan.

Beberapa fungsi behel gigi antara lain:

  • Merapikan posisi gigi yang berjejal, bertumpuk, atau tidak sejajar.
  • Menutup celah antar gigi yang terlalu renggang.
  • Memperbaiki gigitan (maloklusi) seperti gigi tonggos, overbite, underbite, atau crossbite.
  • Memudahkan membersihkan gigi karena sela-sela gigi menjadi lebih mudah dijangkau.
  • Mengurangi risiko gigi berlubang dan penyakit gusi akibat penumpukan plak.
  • Meningkatkan fungsi mengunyah dan berbicara.
  • Membantu memperbaiki keseimbangan wajah pada beberapa kasus yang berkaitan dengan posisi gigi dan rahang.

Apakah Semua Orang Cocok Menggunakan Jenis Behel yang Sama?

Jawabannya adalah tidak.

Salah satu pertanyaan yang paling sering kami dengar dari pasien adalah, “Dok, sebenarnya behel yang paling bagus itu yang mana?”

Jawabannya, tidak ada satu jenis behel yang paling baik untuk semua orang.

Pilihan behel akan ditentukan berdasarkan kondisi susunan gigi, pola gigitan, tingkat keparahan kasus, kebutuhan estetika, hingga gaya hidup masing-masing pasien.

Sebagai contoh, clear aligner dapat menjadi pilihan yang nyaman dan estetik untuk kasus tertentu. Namun pada kasus yang lebih kompleks, seperti gigi yang sangat berjejal atau gangguan gigitan yang membutuhkan kontrol pergerakan gigi lebih spesifik, dokter mungkin akan merekomendasikan behel konvensional atau self-ligating.

Karena itu, langkah pertama bukan memilih jenis behelnya, melainkan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan klinis, foto rontgen, dan analisis gigitan, dokter dapat menentukan pilihan perawatan yang paling sesuai.

Baca Juga: Harga Behel Gigi Lengkap dengan Prosedurnya

Jenis-Jenis Behel Gigi

1. Behel Metal 

Behel metal konvensional merupakan jenis yang paling banyak digunakan hingga saat ini. Sistemnya terdiri dari bracket, kawat, dan karet elastis yang berfungsi menahan kawat pada bracket.

Kelebihan:

  • Efektif untuk kasus sederhana hingga kompleks.
  • Biaya relatif lebih terjangkau.
  • Tersedia pilihan warna karet yang beragam.
  • Mudah ditemukan di berbagai klinik gigi.

Kekurangannya, bracket dan karet terlihat cukup jelas saat tersenyum.

2. Behel Damon Metal

Behel Damon termasuk kategori self-ligating braces, yaitu sistem behel yang tidak menggunakan karet elastis untuk mengikat kawat.

Bracket Damon memiliki mekanisme klip khusus yang memungkinkan kawat bergerak dengan gesekan yang lebih rendah.

Beberapa kelebihannya antara lain:

  • Jadwal kontrol umumnya lebih jarang.
  • Lebih mudah dibersihkan.
  • Tampilan bracket lebih sederhana.
  • Tidak menggunakan karet elastis.

Perlu diketahui bahwa penggunaan sistem self-ligating bukan berarti semua kasus akan selesai lebih cepat. Lama perawatan tetap dipengaruhi oleh tingkat kerumitan kasus, respons biologis masing-masing pasien, serta kedisiplinan menjalani kontrol sesuai.

3. Behel Damon Clear

Secara fungsi, Damon Clear bekerja dengan prinsip yang sama seperti Damon Metal.

Perbedaannya terletak pada material bracket yang menggunakan bahan transparan atau berwarna menyerupai gigi alami sehingga tampilannya lebih estetik.

Jenis ini banyak dipilih oleh pasien dewasa yang ingin menjalani perawatan ortodonti tanpa terlalu menarik perhatian saat berbicara maupun tersenyum.

4. Clear Aligner

Clear aligner merupakan alternatif modern selain kawat gigi konvensional.

Perangkat ini berupa serangkaian aligner transparan yang dibuat secara khusus sesuai bentuk gigi masing-masing pasien. Setiap aligner digunakan selama beberapa minggu sebelum diganti dengan aligner berikutnya untuk menggerakkan gigi secara bertahap.

Kelebihan clear aligner:

  • Hampir tidak terlihat saat digunakan.
  • Dapat dilepas saat makan dan menyikat gigi.
  • Lebih nyaman karena tidak menggunakan bracket maupun kawat.
  • Memudahkan menjaga kebersihan gigi.

Namun, clear aligner membutuhkan disiplin yang tinggi. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, aligner umumnya perlu digunakan selama 20–22 jam setiap hari.

Meskipun menawarkan kenyamanan dan estetika yang sangat baik, clear aligner tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua kasus. Pada kondisi tertentu, seperti gigi yang sangat berjejal atau gangguan gigitan yang kompleks, dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan behel konvensional atau self-ligating agar pergerakan gigi dapat dikontrol dengan lebih optimal.

Di PUTIH Dental tersedia beberapa pilihan merek clear aligner, salah satunya Invisalign. Sebelum perawatan dimulai, dokter akan melakukan pemindaian digital menggunakan intraoral scanner sehingga proses pencetakan gigi menjadi lebih nyaman tanpa perlu menggunakan cetakan konvensional.

Khusus untuk perawatan Invisalign, kami menggunakan iTero® digital scanner yang memungkinkan dokter melakukan simulasi pergerakan gigi (Invisalign Outcome Simulator). Melalui simulasi ini, pasien dapat melihat gambaran perubahan susunan gigi yang diharapkan sebelum perawatan dimulai, sekaligus membantu dokter memantau perkembangan selama penggunaan clear aligner.

Baca Juga: Tips Merawat Behel Gigi Dengan Benar

Bagaimana Cara Memilih Jenis Behel yang Tepat?

Pemilihan behel tidak hanya bergantung pada jenis bracket yang digunakan.

Dokter juga akan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:

  • Kondisi susunan gigi.
  • Tingkat keparahan maloklusi.
  • Kebutuhan estetika.
  • Kenyamanan yang diinginkan.
  • Budget perawatan.
  • Gaya hidup pasien.
  • Rekomendasi dokter gigi atau dokter gigi spesialis ortodonti.

Karena itu, konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah pertama sebelum menentukan jenis behel yang akan digunakan.

Proses Pemasangan Behel Gigi

Sebelum behel dipasang, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan jenis perawatan yang paling sesuai dengan kondisi gigimu.

Perlu diketahui bahwa tidak semua pasien dapat langsung dipasang behel pada kunjungan pertama. Bila ditemukan gigi berlubang, radang gusi, atau penumpukan karang gigi yang cukup banyak, dokter biasanya akan menyarankan kondisi tersebut ditangani terlebih dahulu agar perawatan ortodonti dapat berjalan dengan optimal.

1. Konsultasi dan Pemeriksaan Awal

Pada tahap ini dokter akan melakukan:

  • Pemeriksaan kondisi gigi dan rahang.
  • Foto rontgen.
  • Pengambilan foto dan cetakan atau pemindaian digital gigi.
  • Analisis susunan gigi dan pola gigitan.
  • Diskusi mengenai pilihan jenis behel serta estimasi durasi perawatan.

2. Pemasangan Behel

Setelah rencana perawatan ditentukan, dokter akan:

  • Membersihkan permukaan gigi.
  • Menempelkan bracket menggunakan bahan perekat khusus.
  • Memasang kawat ortodonti.
  • Menyesuaikan posisi kawat sesuai kebutuhan.

Proses pemasangan biasanya berlangsung sekitar 30–90 menit, tergantung jenis behel dan kompleksitas kasus.

3. Kontrol Berkala

Setelah behel terpasang, kamu perlu menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan pergerakan gigi.

Pada setiap kunjungan dokter akan:

  • Mengevaluasi pergerakan gigi.
  • Mengganti atau menyesuaikan kawat bila diperlukan.
  • Memastikan seluruh komponen behel berfungsi dengan baik.
  • Memberikan edukasi mengenai cara menjaga kebersihan gigi selama perawatan.

Frekuensi kontrol berbeda pada setiap jenis behel. Pada behel konvensional umumnya setiap 4–6 minggu, sedangkan pada beberapa sistem self-ligating kontrol dapat dilakukan setiap 8–10 minggu sesuai kondisi pasien.

FAQ

Behel mana yang paling bagus?

Tidak ada satu jenis behel yang paling baik untuk semua orang. Pilihan terbaik ditentukan berdasarkan kondisi gigi, pola gigitan, kebutuhan estetika, dan hasil pemeriksaan dokter.

Apa perbedaan behel Damon dan behel biasa?

Perbedaan utamanya terletak pada sistem bracket. Behel Damon menggunakan sistem self-ligating tanpa karet elastis, sedangkan behel konvensional menggunakan karet elastis untuk menahan kawat. Keduanya sama-sama efektif, tergantung kebutuhan masing-masing pasien.

Berapa lama memakai behel?

Sebagian besar perawatan berlangsung sekitar 18–24 bulan. Namun, durasi dapat lebih singkat atau lebih lama tergantung kompleksitas kasus dan kepatuhan pasien menjalani kontrol.

Apakah memakai behel sakit?

Pemasangan behel umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, selama beberapa hari pertama setelah pemasangan atau setelah kontrol rutin, gigi dapat terasa ngilu atau sedikit tidak nyaman. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses pergerakan gigi dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari.

Konsultasi Jenis Behel yang Tepat di PUTIH Dental

Memilih jenis behel yang tepat sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren atau rekomendasi orang lain. Setiap orang memiliki kondisi gigi dan pola gigitan yang berbeda, sehingga pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah pertama yang paling penting.

Di PUTIH Dental, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter gigi dan dokter gigi spesialis ortodonti untuk menentukan jenis perawatan yang paling sesuai dengan kondisi gigimu.

Kami menyediakan berbagai pilihan mulai dari behel metal, Damon Metal, Damon Clear, hingga clear aligner, yang dipilih berdasarkan analisis gigitan, foto rontgen, dan pemindaian digital gigi.

Dengan pendekatan yang personal, kami tidak hanya berfokus pada senyum yang lebih rapi, tetapi juga fungsi gigitan yang sehat dan hasil perawatan yang stabil dalam jangka panjang.

Suggested Article

Behel Self Ligating

Behel Self Ligating dan Perbedaannya dengan Behel Konvensional

harga behel gigi

Jenis-Jenis Behel Gigi, Lengkap dengan Perbedaan Hingga Tips Memilihnya

harga behel gigi

Harga Behel Gigi Lengkap dengan Prosedurnya